Kabakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di pulau Bengkalis, tepatnya di Desa Kelebuk dan Desa Damai, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau. Kabakaran tersebut masih terus membara hingga saat ini.
Kebakaran hutan dan lahan di Bengkalis telah menimbulkan dampak yang serius bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar. Asap tebal terlihat menyelimuti langit, mengancam kesehatan penduduk dan keberlangsungan ekosistem.
Pemerintah setempat telah berupaya keras untuk memadamkan api yang semakin meluas. Namun, kondisi cuaca yang kering dan angin kencang membuat upaya pemadaman menjadi semakin sulit.
Kepala Desa Kelebuk, Ahmad, mengungkapkan bahwa upaya pemadaman dilakukan secara bersama-sama oleh masyarakat setempat, petugas pemadam kebakaran, dan aparat keamanan. Mereka bekerja keras untuk memadamkan api agar tidak merembet ke wilayah lain.
Belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Bengkalis ini. Namun, dugaan sementara menyebutkan bahwa kebakaran tersebut disebabkan oleh ulah manusia yang tidak bertanggung jawab.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkalis, Bambang, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan dan upaya pemadaman. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siap siaga menghadapi kemungkinan dampak yang lebih luas.
Diperkirakan luas area yang terbakar mencapai puluhan hektar, dengan potensi kerugian yang cukup besar baik dari segi ekonomi maupun ekologi. Pihak terkait terus berkoordinasi untuk menangani situasi ini dengan sebaik mungkin.
Para petani dan masyarakat sekitar Bengkalis mengaku khawatir dengan dampak dari kabakaran hutan dan lahan ini. Mereka berharap kebakaran segera dapat dipadamkan agar kerugian dapat diminimalkan.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat kebakaran hutan dan lahan di Bengkalis. Namun, upaya penanggulangan terus dilakukan demi keamanan dan kesejahteraan masyarakat.