Pemerintah Provinsi Riau telah menyelesaikan perbaikan Jalan Garuda Sakti, Pekanbaru, sepanjang 12 kilometer. Proyek infrastruktur ini berhasil dilakukan melalui kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tanpa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari percepatan pembenahan infrastruktur jalan lintas di Provinsi Riau untuk menyambut arus mudik Lebaran 2026. Pihaknya terus menggandeng sektor swasta dan BUMN untuk mengatasi keterbatasan anggaran daerah.

“Hutama Karya sudah mengerjakan sekitar 12 kilometer di Jalan Garuda Sakti. Itu memang saya minta agar diperbaiki, dan Alhamdulillah sudah dikerjakan mereka,” ujar SF Hariyanto.

Keterlibatan pihak ketiga menjadi krusial di tengah kondisi keuangan daerah yang terbatas. Pengerjaan pengaspalan jalan sepanjang 12 kilometer tersebut sepenuhnya merupakan kontribusi dari PT Hutama Karya.

“Tak ada duit kita (di APBD), semua membantu. Tadi Hutama Karya sudah melaporkan bahwa jalan itu sudah hitam sepanjang 12 kilometer. Kalau niat kita baik, bismillah Insyaallah ada jalan,” tuturnya.

SF Hariyanto juga menjadwalkan peninjauan lapangan pada Sabtu (14/3) untuk memastikan kualitas pengerjaan jalan tersebut. Skema kolaborasi serupa rencananya akan menyasar wilayah lain, termasuk pembangunan infrastruktur di Kabupaten Siak yang akan melibatkan perusahaan setempat.

Pemerintah Provinsi Riau berharap sinergi ini dapat mempercepat perbaikan jalur-jalur mudik yang mengalami kerusakan. Target utamanya adalah menjamin keamanan, kenyamanan, dan kelancaran mobilitas masyarakat selama masa perayaan Idulfitri 2026.