Revitalisasi Pasar Wisata Pasar Bawah di Kota Pekanbaru mengalami keterlambatan hingga akhir Februari 2026. Proyek yang diharapkan menjadi ikon wisata belanja tersebut belum menunjukkan tanda-tanda rampung, sehingga investor dan pengelola proyek, PT Ali Akbar Sejahtera, mengajukan perpanjangan durasi pengerjaan selama enam bulan.
Permintaan perpanjangan waktu tersebut dikonfirmasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru. Kepala Disperindag Kota Pekanbaru, Iwan Simatupang, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah evaluasi dan pengawasan progres di lapangan. Pihak pengembang meminta penambahan waktu untuk menyelesaikan proyek.
Pemerintah Kota Pekanbaru sedang mempertimbangkan permintaan tersebut agar sesuai dengan ketentuan kerja sama yang berlaku. Percepatan penyelesaian proyek tetap menjadi prioritas untuk memulihkan ekonomi di Pasar Bawah.
Pedagang di lokasi relokasi sementara merasakan dampak signifikan dari penundaan proyek tersebut. Ketidakpastian jadwal penyelesaian membuat mereka terjebak dalam situasi sulit. Sri, seorang pedagang makanan, mengungkapkan kegelisahannya karena fasilitas tempat penampungan sementara kurang representatif.
Pasar Bawah merupakan pusat perdagangan tekstil, suvenir, dan kuliner khas yang menarik wisatawan di Kota Pekanbaru. Jika permohonan perpanjangan waktu disetujui, gedung baru diprediksi akan beroperasi pada semester kedua tahun 2026.
Keterlambatan proyek ini dapat menghambat pemulihan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan tersebut. Publik menantikan ketegasan pemerintah kota dalam menetapkan linimasa yang transparan untuk menjaga kepercayaan pedagang dan masyarakat.