Penampilan Wali Kota Dumai, Paisal, saat Upacara Hari Jadi ke-27 Dumai sukses menarik perhatian. Mengusung busana Melayu model Cekak Musang berwarna ungu manggis, Paisal tampil sederhana namun tetap memancarkan kesan elegan dan berwibawa. Busana tersebut memiliki ciri khas kerah tegak dengan lima kancing, yang memberi siluet tegap. Paduan warna ungu tua dipertegas dengan kain samping songket putih tulang bersulam benang emas, menciptakan tampilan yang berkelas tanpa berlebihan.
Di sisi lain, Ketua TP PKK Dumai, Leni Ramaini, tampil serasi mengenakan baju kurung bernuansa senada. Gaya yang sederhana namun anggun, dipadukan dengan hijab ungu dan selempang songket, memperkuat kesan harmonis pasangan pemimpin tersebut. Pemilihan busana Cekak Musang ini tidak sekadar estetika, tetapi juga sarat makna. Pakaian tradisional Melayu tersebut mencerminkan ketegasan, kewibawaan, sekaligus kedekatan dengan budaya lokal.
Perwakilan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Dumai, Zulkifli Abas, menyebut busana itu sebagai simbol jati diri—sederhana namun tetap elegan sebagai bentuk kebanggaan terhadap budaya Melayu. Penampilan ini sekaligus mempertegas pesan bahwa kepemimpinan tidak hanya soal kebijakan, tetapi juga bagaimana menghadirkan nilai budaya dalam setiap momentum penting daerah.
Paisal dan Leni Ramaini berhasil menyampaikan pesan kekompakan dan kebersamaan melalui penampilan busana mereka yang selaras. Hal ini menunjukkan keseriusan dan komitmen mereka untuk menjunjung tinggi nilai-nilai tradisional Melayu dalam setiap kesempatan. Dengan mengenakan busana Cekak Musang, keduanya berhasil menciptakan kesan yang kuat dan positif di tengah acara Hari Jadi Dumai yang berlangsung meriah.
Upacara Hari Jadi ke-27 Dumai menjadi momentum yang tepat bagi Paisal dan Leni Ramaini untuk menunjukkan kepada masyarakat betapa pentingnya melestarikan budaya lokal. Busana tradisional yang mereka kenakan bukan hanya sekadar penampilan, namun juga sebagai representasi dari identitas dan kebanggaan akan warisan budaya Melayu. Dengan demikian, kehadiran mereka dalam busana Cekak Musang menjadi simbol dari kesatuan dan keberagaman budaya yang harus terus dijaga dan dilestarikan.