Kecelakaan maut di area pertambangan kembali terjadi. Pance, seorang penambang emas asal Dusun Pulau-pulau, Desa Pulau Aro, Kecamatan Kuantan Tengah, Kuansing ditemukan tewas setelah tertimbun tanah longsor di lokasi galian miliknya sendiri yang terletak di Desa Pulau Kedundung, Jumat (6/2/2026) sore. Peristiwa tragis ini terjadi saat korban sedang mengoperasikan mesin stingkai untuk mencari butiran emas di area perkebunan sawit pribadinya.
Berdasarkan keterangan warga di lapangan, korban turun ke dalam lubang galian untuk melakukan aktivitas penambangan seperti biasa. Namun, secara tiba-tiba tebing tanah di sekitar lokasi runtuh dan langsung menimbun tubuh korban. Kecurigaan warga bermula ketika suara mesin stingkai milik korban masih terdengar menderu, namun sosok Pance tidak terlihat di permukaan. Warga yang berada di sekitar lokasi segera melakukan pencarian dan penggalian secara manual.
Korban ditemukan di kedalaman timbunan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Isak tangis keluarga dan kerabat pecah saat jenazah Pance berhasil diangkat dari lubang galian. Korban dikenal sebagai sosok pekerja keras yang mengandalkan hasil bumi dan emas untuk menghidupi keluarganya. Setelah dievakuasi, jasad korban langsung dibawa ke rumah duka di Desa Pulau Aro untuk proses pemulasaran dan pemakaman.
Insiden ini menjadi peringatan keras bagi para penambang emas skala kecil mengenai tingginya risiko keselamatan kerja, terutama terkait stabilitas struktur tanah di lokasi galian. Menurut keterangan dari Hendrianto, editor Riauin.com, “.”