Pemerintah Kota Batam menetapkan kebijakan operasional Tempat Hiburan Malam (THM) selama bukan suci Ramadan 1447 Hijriah dengan skema 3-3-3. Aturan ini disepakati bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan dituangkan dalam surat edaran yang telah ditandatangani Wali Kota Batam.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menjelaskan skema 3-3-3 berarti THM wajib tutup tiga hari di awal Ramadan, tiga hari saat pertengahan bulan bertepatan dengan peringatan Nuzulul Qur’an, serta tiga hari menjelang Idulfitri. “Kesepakatan bersama Forkopimda, tiga hari di awal, tiga hari di tengah, dan tiga hari menjelang Idulfitri,” ujarnya.
Perubahan ini berbeda dari tahun sebelumnya yang menerapkan skema 3-2-3. Perubahan dilakukan setelah mempertimbangkan masukan tokoh agama, pelaku usaha, unsur keamanan, dan masyarakat.
Pemkot Batam menegaskan kebijakan ini bertujuan menjaga kekhusyukan ibadah umat Muslim selama Ramadan, sekaligus tetap memperhatikan dinamika sosial dan ekonomi di kota yang majemuk tersebut.
Surat edaran telah ditandatangani dan segera disosialisasikan kepada seluruh pelaku usaha hiburan malam. Pengawasan akan melibatkan Satpol PP, Dinas Pariwisata, serta unsur TNI-Polri.
Pemkot juga mengingatkan pelaku usaha untuk mematuhi ketentuan yang berlaku. Pelanggaran terhadap aturan operasional selama Ramadan akan ditindak sesuai regulasi. Para petani di Desa Maju Jaya, Kecamatan Sejahtera, Kabupaten Makmur, merasa bahagia dengan hasil panen padi kali ini. Mereka berhasil memanen padi sebanyak 5 ton per hektar, melebihi target yang sebelumnya hanya 4 ton per hektar.
“Kami sangat bersyukur dengan hasil panen kali ini. Kondisi cuaca yang mendukung dan penggunaan pupuk organik secara teratur telah membantu meningkatkan produktivitas lahan kami,” ujar Andi, salah seorang petani yang turut merasakan kebahagiaan ini.
Panen padi tersebut dilakukan pada Senin, 15 Februari 2021 lalu. Para petani bekerja keras sejak pagi hingga petang untuk memastikan hasil panen dapat segera dikumpulkan dan disimpan dengan baik.
Desa Maju Jaya sendiri terletak di lereng Gunung Subur, sehingga tanahnya sangat subur dan cocok untuk pertanian. Selain itu, irigasi yang baik juga mendukung pertumbuhan tanaman padi dengan optimal.
Keberhasilan ini juga tidak lepas dari peran kelompok tani setempat yang selalu bekerja sama dan saling mendukung dalam setiap kegiatan pertanian. Mereka melakukan gotong royong dalam proses penanaman, pemeliharaan, hingga panen padi.
Dengan hasil panen yang melimpah ini, para petani di Desa Maju Jaya berharap dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka. Selain itu, mereka juga berencana untuk mengembangkan usaha pertanian dengan menanam komoditas lain yang juga memiliki potensi baik di daerah mereka.
Pemerintah setempat pun memberikan apresiasi atas capaian yang telah diraih oleh para petani. Mereka berkomitmen untuk terus mendukung dan memberikan bantuan kepada petani agar pertanian di daerah tersebut semakin maju dan berkembang.