Dalam sebuah wawancara dengan media, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jakarta Selatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, mengungkapkan bahwa kasus positif COVID-19 di wilayahnya terus mengalami peningkatan. “Kami mencatat peningkatan kasus positif COVID-19 dalam beberapa minggu terakhir di Jakarta Selatan,” ujar dr. Siti Nadia Tarmizi.

Menurut dr. Siti Nadia Tarmizi, peningkatan kasus positif COVID-19 disebabkan oleh tingginya mobilitas masyarakat dan kurangnya kepatuhan terhadap protokol kesehatan. “Mobilitas masyarakat yang tinggi dan kurangnya kepatuhan terhadap protokol kesehatan menjadi faktor utama peningkatan kasus di Jakarta Selatan,” tambahnya.

Pihak Dinas Kesehatan Kota Jakarta Selatan telah melakukan berbagai langkah untuk menekan penyebaran virus corona, seperti melakukan tracing dan testing secara masif, serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan. “Kami terus melakukan tracing dan testing secara masif, serta terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan,” kata dr. Siti Nadia Tarmizi.

Selain itu, dr. Siti Nadia Tarmizi juga mengingatkan agar masyarakat tidak lengah meskipun vaksinasi COVID-19 telah dimulai. “Vaksinasi COVID-19 bukan jaminan untuk tidak tertular virus corona, oleh karena itu kita tetap harus disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan,” tegasnya.

Meskipun demikian, dr. Siti Nadia Tarmizi optimis bahwa penyebaran virus corona bisa ditekan jika seluruh pihak bekerja sama dan patuh terhadap protokol kesehatan. “Saya yakin jika kita semua bekerja sama dan patuh terhadap protokol kesehatan, penyebaran virus corona bisa ditekan,” ucapnya.

Dalam upaya menekan penyebaran virus corona, Dinas Kesehatan Kota Jakarta Selatan juga terus mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga jarak, mencuci tangan, dan menggunakan masker dengan benar. “Kami terus mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga jarak, mencuci tangan, dan menggunakan masker dengan benar demi mencegah penyebaran virus corona,” jelas dr. Siti Nadia Tarmizi.

Dr. Siti Nadia Tarmizi juga mengimbau agar masyarakat tidak menyebarkan informasi palsu terkait COVID-19 yang dapat menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. “Saya mengimbau agar masyarakat tidak menyebarkan informasi palsu terkait COVID-19, karena hal tersebut dapat menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat,” pungkasnya.