Pemko Pekanbaru Memperkuat Peran Posyandu untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Pemko Pekanbaru memperkuat peran pos pelayanan terpadu (posyandu) sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Kesejahteraan kader posyandu dan penguatan sarana pendukung menjadi perhatian utama.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, pada Senin (16/2/2026), menyatakan bahwa para kader posyandu telah menerima rompi baru sebagai bentuk perhatian dan dukungan dari pemko. Langkah konkret akan diambil untuk meningkatkan pendapatan atau insentif kader agar sebanding dengan peran dan tanggung jawab yang diemban.

“Rompi kader sudah diperbarui. Ke depan, kami juga akan memikirkan bagaimana kader posyandu dapat bekerja secara optimal, termasuk dengan peningkatan insentif,” ujar Wali Kota Agung.

Pemko Pekanbaru juga membuka peluang pembangunan posyandu baru, terutama di wilayah yang telah memiliki lahan. Warga, ketua rukun tetangga (RT), dan rukun warga (RW) diminta untuk menyampaikan informasi apabila terdapat tanah yang dapat dimanfaatkan, termasuk lahan masjid yang tidak terpakai secara optimal.

“Jika tidak memiliki tanah sendiri, bisa memanfaatkan tanah masjid yang masih tersedia. Kami akan membantu pembangunan posyandu beserta perlengkapannya,” jelas Wali Kota Agung.

Kota Pekanbaru memiliki lebih dari 3.000 kader Posyandu, jumlah ini dinilai menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia. Pekanbaru secara konsisten memberikan pelatihan kepada kader Posyandu sebagai upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

“Pelatihan yang sudah dilakukan saat ini masih bersifat pengenalan umum. Ke depan, akan ada pelatihan yang lebih spesifik di tingkat kecamatan untuk terus meningkatkan kemampuan kader Posyandu,” tambah Wali Kota Agung.