Pemerintah Terus Tangani KLB Malaria di Kabupaten Rokan Hilir

Pekanbaru – Penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) Malaria di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) terus menjadi fokus pemerintah. Status KLB malaria di daerah ini telah ditetapkan sejak akhir 2024 dan kini memasuki perpanjangan kesembilan. Penetapan ini mengacu pada Keputusan Bupati Rokan Hilir Nomor 714/BPBD/2025 tentang perpanjangan status tanggap darurat bencana non-alam malaria.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, menegaskan bahwa upaya pencegahan dan pengendalian penyakit ini terus dilakukan. Salah satu fokus utama adalah sosialisasi pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat. Tahun ini masih ditemukan kasus malaria di Rohil, dan wilayah ini masih berstatus KLB. Kita berharap status ini segera berakhir, sambil terus mengedukasi masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, ujarnya, Jumat (13/2/2026).

Zulkifli menyebutkan bahwa Kabupaten Rokan Hilir menargetkan eliminasi malaria pada tahun 2045. Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan RI turut memberikan dukungan berupa pengiriman tim gabungan, obat-obatan, dan peralatan medis. Beberapa langkah konkret yang dilakukan antara lain distribusi logistik kesehatan, penguatan kapasitas pelayanan kesehatan, dan pencegahan serta pengendalian vektor.

Langkah-langkah tersebut meliputi distribusi logistik kesehatan, termasuk Rapid Diagnostic Test (RDT) dan obat antimalaria berbasis kombinasi artemisinin (ACT), penguatan kapasitas pelayanan kesehatan dengan mobilisasi tenaga medis, mulai dari dokter, perawat, hingga tenaga kesehatan lainnya, pencegahan dan pengendalian vektor, seperti fogging dan larvasidasi, untuk membunuh nyamuk dewasa serta menghentikan siklus perkembangbiakan larva.

Edukasi masyarakat tentang gejala malaria, pentingnya pengobatan dini, dan langkah-langkah pencegahan juga menjadi fokus utama. Kampanye kesehatan ini penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga mereka dapat mengenali gejala malaria lebih cepat dan menempuh pengobatan sejak dini, tambah Zulkifli.

Upaya terpadu antara pemerintah daerah dan pusat diharapkan mampu menurunkan angka kasus malaria di Rohil dan membawa wilayah ini menuju target eliminasi malaria sesuai rencana jangka panjang.