Pemerintah Desa Kemuning Muda dan Tuk Jimun, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir menggelar musyawarah terkait kondisi jembatan penghubung antar desa pada Senin malam (13/4/2026). Musyawarah tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kondisi jembatan yang mengalami longsor dan selama ini dilalui oleh masyarakat antar dua desa tersebut. Kegiatan dihadiri oleh Kepala Desa, Sekretaris Desa, BPD, perangkat desa, para toke sawit, serta masyarakat, guna mencari solusi terbaik demi percepatan perbaikan akses yang sangat vital bagi aktivitas warga.
Menurut Kades Kemuning Muda, Nanang Airi, perbaikan jembatan ini memerlukan biaya yang tidak sedikit, sehingga diperlukan langkah bersama antar desa agar jembatan dapat diperbaiki sesegera mungkin. “Anggaran yang dibutuhkan untuk memperbaiki jembatan puluhan juta, sehingga perlu kesepakatan bersama bagaimana caranya agar anggaran tersebut dapat terkumpul,” kata Nanang Airi.
Kades Tuk Jimun, Sugeng, menyampaikan kekhawatiran bahwa mobil dengan kapasitas tonase tinggi tidak akan bisa melewati jembatan yang rusak tersebut. Ia mengungkapkan, “Kalau mobil L300 atau mobil kecil bisalah lewat, cuman mobil truk dengan kapasitas tonase tinggi itu yang dikhawatirkan tidak bisa lewat. Jadi jika adanya dana untuk memperbaiki jembatan, kita tidak khawatir lagi dengan kapasitas jembatan tersebut.”
Melalui kebersamaan dalam musyawarah ini, diharapkan dapat melahirkan kesepakatan dan perbaikan jembatan dapat segera terealisasi demi keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat. Sebagai upaya untuk memastikan keselamatan warga dan kelancaran aktivitas, partisipasi dari semua pihak sangat diperlukan dalam mendukung perbaikan jembatan tersebut.