Para petani di desa Sukamaju, Kabupaten Subang, Jawa Barat, mengeluhkan serangan hama wereng yang mengancam hasil panen padi mereka. Menurut Budi, salah seorang petani di desa tersebut, serangan hama wereng ini sudah terjadi sejak dua minggu yang lalu dan semakin merajalela.

“Kami sudah mencoba berbagai cara untuk mengatasi serangan hama wereng ini, tetapi belum juga berhasil. Hasil panen padi kami pun diprediksi akan menurun drastis jika kondisi ini terus berlanjut,” ujar Budi saat diwawancarai oleh awak media pada hari Senin (10/5).

Serangan hama wereng ini juga disebabkan oleh cuaca yang tidak menentu belakangan ini. Hujan yang turun tidak teratur membuat populasi wereng semakin berkembang biak dengan cepat.

“Kami berharap pemerintah segera turun tangan untuk membantu kami mengatasi serangan hama ini. Karena jika tidak, kami khawatir akan mengalami kerugian yang cukup besar,” tambah Budi.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Subang, Siti, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan serangan hama wereng ini. Namun, upaya tersebut belum menunjukkan hasil yang signifikan.

“Kami terus melakukan pemantauan dan penelitian untuk mencari solusi terbaik dalam mengatasi serangan hama wereng ini. Kami juga telah membagikan pestisida kepada para petani untuk mengurangi populasi wereng,” ujar Siti.

Pemerintah setempat juga telah mengimbau kepada para petani untuk tidak panik dan tetap tenang menghadapi serangan hama ini. Mereka juga menegaskan akan terus memberikan dukungan dan bantuan kepada para petani dalam mengatasi masalah ini.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca ekstrem masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Hal ini diharapkan tidak semakin memperparah kondisi para petani di Kabupaten Subang yang sedang mengalami serangan hama wereng ini.