Dalam jumpa pers yang diadakan hari ini, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bahwa jumlah korban meninggal akibat bencana gempa bumi yang terjadi di wilayah Sulawesi Barat telah mencapai 73 orang. Gempa dengan kekuatan 6,2 skala Richter tersebut juga menyebabkan ribuan rumah dan bangunan rusak parah.

“Kami terus melakukan upaya evakuasi dan pencarian korban yang masih tertimbun reruntuhan. Tim gabungan dari berbagai instansi terus bekerja keras untuk menjangkau daerah-daerah terpencil yang terdampak bencana ini,” ujar Kepala BNPB.

Gempa bumi tersebut terjadi pada pukul 02.18 WITA di wilayah Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat. Pusat gempa berada di darat dengan kedalaman 10 kilometer. Bencana ini juga menyebabkan sebagian wilayah mengalami pemadaman listrik dan kerusakan infrastruktur lainnya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan seluruh jajaran pemerintah untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada korban bencana. Beliau juga akan segera mengunjungi wilayah terdampak untuk melihat langsung kondisi di lapangan.

Masyarakat sekitar juga turut bergerak cepat dalam memberikan pertolongan kepada korban. Bantuan logistik dan evakuasi terus dilakukan untuk membantu korban yang kehilangan rumah dan keluarganya.

Hingga saat ini, tim SAR dan relawan terus bekerja keras untuk mencari korban yang masih tertimbun. Kondisi cuaca dan medan yang sulit menjadi tantangan tersendiri dalam proses evakuasi.

Kepala BNPB juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan longsor di wilayah tersebut. Upaya pencegahan dan mitigasi bencana juga harus terus dilakukan untuk mengurangi risiko bencana di masa depan.

Pemerintah juga telah menyiapkan posko pengungsian dan dapur umum bagi korban bencana. Semua pihak diharapkan dapat bekerja sama dalam penanganan bencana ini demi pemulihan dan rekonstruksi wilayah yang terdampak.