Seorang mahasiswi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, Faradilla Ayu Pramesti (23), menjadi korban pembacokan yang diduga dilakukan oleh temannya sendiri, Raihan Mufazzar, saat bersiap mengikuti ujian skripsi di Fakultas Hukum. Orang tua Faradilla, Bambang, mengaku terkejut saat menerima kabar tersebut dari pihak kepolisian. Ia menyatakan bahwa putrinya mengalami luka di kepala, punggung, dan tangan akibat serangan tersebut.

Pelaku diduga menyimpan perasaan kepada Faradilla namun telah ditolak secara halus karena korban sudah memiliki pilihan hati lain. Meskipun begitu, selama ini pelaku dikenal bersikap baik kepada Faradilla, bahkan kerap membantunya dalam pengerjaan skripsi dan urusan akademik lainnya. Tragedi ini terjadi pada hari yang seharusnya menjadi tonggak penting dalam perjalanan akademik Faradilla.

Sebelum berangkat ujian, Faradilla sempat menghubungi orang tuanya untuk meminta doa restu, namun komunikasi terputus dan pesan tidak mendapat balasan, menimbulkan kecemasan mendalam bagi keluarga. Kejadian ini menyoroti pentingnya kewaspadaan di lingkungan kampus dan dampak serius dari konflik emosional yang tidak tersalurkan.

Faradilla masih menjalani perawatan medis di rumah sakit, sementara pelaku telah diamankan pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut. Insiden mengerikan tersebut terjadi pada Kamis pagi, 26 Februari 2026, di Gedung Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau. Korban dibacok oleh seorang pria bernama Rayhan Muzaffar, mahasiswa asal Muara Uwai, Bangkinang.

Saksi mata menjelaskan bahwa korban diserang di ruang sidang untuk mengikuti seminar proposal (Sempro) dan berusaha melarikan diri ke koridor. Pelaku mengejar korban, menjambak rambutnya, dan melukai korban hingga terduduk dengan kondisi bersimbah darah. Korban mengalami luka di tangan dan kening, sementara pelaku berhasil diamankan sebelum diserahkan ke aparat kepolisian.

Kejadian ini menggambarkan pentingnya keamanan di lingkungan kampus dan dampak negatif dari konflik emosional yang tidak ditangani dengan baik. Saat ini, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwajib.