Ombudsman RI Perwakilan Kepulauan Riau menyoroti kualitas pelayanan penumpang dan kepastian jadwal kapal di Pelabuhan Bintang 99 Persada serta Pelabuhan ASDP Telaga Punggur, Batam, menjelang arus mudik Lebaran 2026. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Perwakilan Ombudsman Kepri, Lagat Siadari, yang menegaskan bahwa keselamatan pelayaran dan pelayanan publik harus menjadi prioritas, mengingat Kepri merupakan wilayah kepulauan dengan mobilitas transportasi laut yang tinggi.
Menurut Lagat, seluruh pemangku kepentingan seperti KSOP, pengelola pelabuhan, Bea Cukai, dan Karantina perlu berkolaborasi untuk memastikan pelayanan dan keselamatan penumpang. Dia juga mendorong penambahan frekuensi kapal saat puncak arus mudik serta publikasi jadwal keberangkatan secara lebih luas agar masyarakat mendapat kepastian informasi.
Ombudsman juga mengusulkan pembentukan posko pengaduan khusus di area pelabuhan agar penumpang lebih mudah menyampaikan keluhan. Di Pelabuhan Bintang 99 Persada, sistem tiket digital melalui Departure Control System (DCS) dinilai sudah berjalan baik karena penumpang tidak lagi diwajibkan mencetak tiket fisik. Namun, Ombudsman masih menemukan penumpang duduk di area tangga atau di luar kursi yang tersedia sehingga mengganggu akses keluar masuk penumpang.
Layanan pengaduan di Pelabuhan Bintang 99 Persada juga dinilai belum optimal karena belum ada petugas khusus yang menangani kanal pengaduan. Sementara di Pelabuhan ASDP Roro Telaga Punggur, pengelola telah menyiapkan buffer zone yang mampu menampung sekitar 250 kendaraan untuk mengantisipasi kemacetan.
Meski demikian, Ombudsman mencatat masih ada ketidakpastian jadwal keberangkatan kapal rute Batam–Kuala Tungkal, Jambi, karena salah satu armada sedang menjalani perbaikan. Namun, fasilitas kesehatan di Pelabuhan ASDP Roro Telaga Punggur dinilai cukup memadai dengan ruang kesehatan yang dilengkapi petugas medis, tabung oksigen, dan kursi roda. (Ant/red)
Pengurus Ikatan Mahasiswa Teknik Informatika (IMTI) Universitas ABC, Budi Santoso, mengumumkan rencana pembangunan laboratorium baru di kampus. Menurut Budi, laboratorium tersebut akan dilengkapi dengan perangkat teknologi terkini untuk mendukung kegiatan praktikum mahasiswa.
“Kami berharap dengan adanya laboratorium baru ini, mahasiswa akan semakin terfasilitasi dalam mengembangkan keterampilan teknis mereka,” ujar Budi saat diwawancarai di kampus pada hari Jumat kemarin.
Pembangunan laboratorium tersebut direncanakan akan dimulai pada bulan Agustus mendatang, dan diharapkan selesai dalam waktu enam bulan. Lokasi pembangunan laboratorium akan berada di belakang gedung utama kampus, tepat di sebelah area parkir.
“Kami telah melakukan survei terkait lokasi pembangunan laboratorium ini, dan kami yakin bahwa lokasi yang dipilih akan memudahkan akses bagi mahasiswa,” tambah Budi.
Pembangunan laboratorium baru ini merupakan upaya dari pihak kampus untuk terus meningkatkan fasilitas pendidikan bagi mahasiswa. Hal ini sejalan dengan visi dan misi kampus dalam memberikan pendidikan berkualitas dan mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul.
“Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan memperbaiki fasilitas pendidikan demi meningkatkan kualitas lulusan kami,” ungkap Rektor Universitas ABC, Prof. X.
Diharapkan dengan adanya laboratorium baru ini, mahasiswa Teknik Informatika Universitas ABC akan semakin siap bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif. Para mahasiswa pun sangat antusias menyambut rencana pembangunan laboratorium tersebut.