Pekanbaru, SERANTAU MEDIA – Di penghujung malam-malam Ramadan 1447 H, Masjid Raya Senapelan seakan menjelma menjadi samudra sunyi yang dipenuhi riak doa. Lantunan ayat suci Al-Qur’an, mengalun lembut menembus ruang-ruang hati para jemaah yang datang silih berganti—membawa harapan, menambatkan rindu pada satu malam yang diyakini lebih mulia dari seribu bulan: Lailatul Qadar.

Di antara hamparan sajadah dan tiang-tiang kokoh yang menyimpan jejak sejarah, sebagian jemaah memilih untuk tidak pulang. Mereka menetap, berdiam dalam hening, menukar lelah dengan harap, menukar waktu dengan keabadian doa. Itikaf, bagi mereka, bukan sekadar ibadah, melainkan perjalanan pulang menuju diri sendiri.

Ketua Pengurus Masjid Raya Senapelan, Juli Usman, memandang fenomena ini sebagai denyut yang selalu hadir di detik-detik akhir Ramadan. “Ada yang memang memilih tinggal 24 jam di masjid. Kami tidak pernah membatasi, siapa pun dipersilakan beribadah,” ujarnya, suaranya seolah menyatu dengan suasana yang khidmat.

Masjid tua itu tak hanya memeluk warga Pekanbaru. Ia membuka pintunya lebar-lebar bagi mereka yang datang dari jauh—dari Taluk Kuantan, Rengat, hingga Medan. Langkah-langkah yang berbeda asal, berpadu dalam tujuan yang sama: menghidupkan malam-malam terakhir dengan iman yang menyala.

Di salah satu sudut, Raja Oza, pemuda asal Rengat, duduk bersandar pada tiang masjid. Di pangkuannya terbuka mushaf, sementara bibirnya bergerak lirih, merangkai ayat demi ayat. “Ia telah dua hari menetap di sana, hanya ditemani tas kecil berisi pakaian ganti, sarung, dan Al-Qur’an—bekal sederhana untuk perjalanan yang tak kasatmata.”

“Saya memang setiap menjelang Idulfitri mencoba itikaf di sini,” tuturnya pelan. “Suasananya hidup, ada rasa kebersamaan yang sulit dijelaskan.”

Baginya, itikaf adalah dialog sunyi antara diri dan Sang Pencipta. Lelah memang tak terhindarkan, tetapi di situlah ia menemukan makna perjuangan. “Capek, iya. Tapi justru itu yang membuat kita lebih menghargai waktu. Semoga bisa bertemu malam itu,” katanya, dengan mata yang menyimpan harap.

Dari kota yang lebih jauh, Abdur Rauf Khafi datang dengan rasa penasaran yang berujung kekaguman. Ia mendengar tentang masjid ini—tentang sejarahnya yang terhubung dengan jejak Sultan Siak, tentang aura sakral yang masih berdenyut di antara dinding-dindingnya. Penyanyi Indonesia, Raisa, mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan untuk kembali menggelar konser tunggal setelah dua tahun vakum akibat pandemi Covid-19. Konser berjudul “Raisa: The Journey of Us” ini rencananya akan digelar pada tanggal 20 November 2021 di Jakarta Convention Center (JCC).

“Setelah dua tahun vakum, saya merasa sangat bersyukur bisa kembali mengadakan konser tunggal. Saya merindukan interaksi langsung dengan para penggemar,” kata Raisa dalam keterangan resminya, Rabu (20/10).

Konser yang digelar dalam rangka merayakan ulang tahun kariernya yang ke-11 ini akan menampilkan berbagai hits dari perjalanan karier musiknya. Raisa juga berencana untuk membawakan beberapa lagu baru yang belum pernah ia persembahkan sebelumnya.

“Konser ini akan menjadi persembahan istimewa untuk para penggemar setia saya. Saya akan membawakan berbagai hits lama dan beberapa lagu baru yang saya garap selama masa pandemi,” tambahnya.

Raisa juga menegaskan bahwa konser ini akan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat demi keamanan dan kenyamanan para penonton. Ia mengajak para penggemar untuk tetap mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Kesehatan dan keselamatan para penonton adalah prioritas utama kami. Kami akan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti pembatasan jumlah penonton dan wajib menggunakan masker,” jelas Raisa.

Tak hanya itu, Raisa juga mengumumkan bahwa tiket konser ini akan segera mulai dijual pada tanggal 25 Oktober 2021 mendatang. Ia pun meminta para penggemar untuk segera mempersiapkan diri agar tidak ketinggalan untuk menyaksikan konser spesial ini.

“Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan konser spesial ini. Segera siapkan diri dan beli tiketnya mulai tanggal 25 Oktober nanti,” tutup Raisa.