Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mendengar suara auman harimau saat melakukan proses mitigasi di areal kerja PT PHR, di DSF 125 Tonggak 8, Duri Field, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Proses mitigasi dilakukan setelah BBKSDA menerima laporan kemunculan seekor Harimau Sumatera di wilayah tersebut pada Minggu (5/4).

Kepala Balai Besar KSDA Riau, Supartono, melalui Kepala Bidang Teknis Ujang Holisudin, menyatakan bahwa berdasarkan identifikasi dari sumber video, satwa tersebut adalah seekor Harimau Sumatera dengan estimasi usia dewasa. Selain itu, tim BBKSDA Riau juga telah berjumpa dengan HS, karyawan PT PHR yang melihat dan mengambil foto harimau tersebut.

Pada Senin (6/4), tim gabungan dari BBKSDA Riau dan pihak keamanan PT PHR melakukan mitigasi dan identifikasi lapangan. Selama proses pengecekan di lapangan, tim mendengar suara auman HS di sekitar lokasi awal perjumpaan. Tim kemudian bergerak sejauh 500 meter dari sumber titik suara untuk menghindari konflik dan menjaga keselamatan tim.

Tim juga memasang kamera pemantau di titik strategis untuk memantau keberadaan HS secara visual. Mereka juga melakukan pengambilan dokumentasi pemantauan udara menggunakan drone dan menetapkan titik koordinat sebagai dasar untuk tindakan mitigasi lebih lanjut.

Tim medis turun ke lapangan sebagai langkah antisipasi emergency dan akan terus berkoordinasi dengan PT PHR untuk menilai resiko konflik satwa liar. Langkah-langkah mitigasi lebih lanjut akan ditetapkan berdasarkan evaluasi situasi. Semua tindakan ini diambil dalam upaya untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan keselamatan semua pihak terkait.