Salat tarawih di Masjid Negara IKN menjadi momentum penting dalam penguatan peran Ibu Kota Nusantara sebagai simpul kerja sama Islam kawasan. Menteri Agama Nasaruddin Umar turut melaksanakan tarawih setelah sebelumnya mengikuti salat Jumat dan kegiatan penanaman pohon di kawasan masjid yang berdiri di atas lahan 76.647 meter persegi. Masjid ini memiliki empat lantai dan dua mezzanine dengan kapasitas sekitar 29.000 jemaah.
Menurut Menag, rangkaian program Ramadan di IKN akan dikoneksikan secara langsung dengan negara-negara Asia Tenggara, termasuk peringatan Nuzulul Quran tingkat nasional yang disiarkan bersama masjid-masjid di Brunei, Malaysia, dan Singapura. “Takbir juga akan dilakukan secara paralel antara Istiqlal, IKN, dan masjid-masjid Asia Tenggara,” ujarnya pada Jumat (20/2/2026).
Kerja sama ini merupakan bagian dari forum MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), yang juga melibatkan Timor Leste, Thailand Selatan, dan Filipina sebagai pengamat. Menag menyatakan bahwa penguatan peran IKN dalam agenda keagamaan regional adalah langkah strategis menjadikan Indonesia sebagai mediator Islam Asia Tenggara.
Menag menegaskan, “Masjid Istiqlal Nusantara akan menjadi simpul baru pertemuan dan kerja sama Islam kawasan.” Program Ramadan lintas negara ini diharapkan tidak hanya mempererat ukhuwah antarnegara serumpun, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi keagamaan di tingkat regional.