Taman Rekreasi Alam Mayang, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, menjadi lokasi pelaksanaan Jambore Ekologis Malay Youth Summit dan Festival Kebudayaan Melayu Riau. Acara yang diselenggarakan oleh Pemuda Melayu Riau Indonesia (PMRI) ini dihadiri oleh sekitar dua puluh tenda Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Pelaku UMKM yang berpartisipasi dalam acara tersebut telah menyiapkan dagangan mereka di bawah tenda masing-masing. Untuk memperlancar pembayaran, mereka menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) agar transaksi menjadi lebih efisien.

Salah satu pelaku UMKM yang turut serta dalam acara tersebut adalah Irfan Saputra, pemilik Keish Coffee. Irfan bercerita bahwa usaha minuman kopi yang ia dirikan telah berjalan selama enam bulan setelah ia memiliki pengalaman bekerja sebagai barista di sebuah kafe selama tiga tahun.

Keish Coffee, yang merupakan singkatan dari nama Arif dan wanita yang bekerja bersamanya, menyajikan berbagai minuman kopi dan dessert yang semuanya diracik sendiri. Penggunaan QRIS dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) memudahkan transaksi pembayaran bagi pelanggan Keish Coffee.

Arif, bersama dengan pelaku UMKM lainnya, memanfaatkan QRIS untuk transaksi pembayaran. Sekitar 70 orang pembeli membayar dengan QRIS, sementara 30 orang lainnya menggunakan uang tunai dalam sehari.

Menurut Junior Manager Retail Transaction Department Region 2 Pekanbaru, Pitra Suci, jumlah QRIS yang tersebar mencapai 171.926, dengan penyebaran terbanyak di Pekanbaru, Batam, dan Dumai. Penggunaan QRIS semakin populer di kalangan pelaku UMKM karena kemudahan dalam transaksi tanpa harus menggunakan uang tunai.