Regu Manggala Agni dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera terus berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau, meski sedang menjalani ibadah puasa di tengah cuaca panas. Ada tantangan tambahan yang dihadapi di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, di mana tim pemadam menemukan seekor Harimau Sumatera muda di sekitar lokasi. Harimau ini diduga baru saja dipisahkan dari induknya dan sedang belajar mencari wilayah baru, sehingga koordinasi ketat dilakukan untuk menjaga keselamatan petugas dan satwa tersebut.

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian, menegaskan pentingnya disiplin dalam menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan kerja. Tim juga berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau untuk melakukan mitigasi agar proses pemadaman berjalan efektif. Hingga saat ini, upaya pemadaman masih terus dilakukan di Kabupaten Kampar, Bengkalis, Indragiri Hilir, Pelalawan, dan Kota Batam. Berdasarkan data citra satelit Januari-Februari 2026, luas Karhutla mencapai 4.400 hektar, dengan 94 persen terjadi di lahan gambut. Wilayah yang paling terdampak adalah Kabupaten Pelalawan dan Bengkalis.

Dalam menghadapi potensi El Nino di semester II 2026 dan puncak musim kemarau pada Juli-Agustus, Manggala Agni memperkuat koordinasi dan langkah pencegahan dini untuk mengantisipasi risiko kebakaran yang lebih ekstrem di wilayah Sumatera. Langkah-langkah tersebut diambil untuk mengurangi dampak buruk dari potensi kebakaran hutan dan lahan yang dapat merugikan lingkungan dan kehidupan satwa liar di sekitar daerah tersebut. Tetap waspada dan sigap dalam menghadapi situasi ini menjadi prioritas utama bagi tim pemadam Karhutla untuk menjaga keamanan dan keselamatan selama menjalankan tugas mereka.