TOKYO, 1 Mei 2021 – Sebanyak 100 atlet Jepang, termasuk beberapa yang akan berkompetisi di Olimpiade Tokyo musim panas ini, telah menandatangani petisi yang menentang rencana penyelenggaraan acara olahraga tersebut di tengah lonjakan kasus COVID-19 di negara tersebut.

Petisi tersebut, yang dirilis pada hari Jumat oleh grup advokasi atlet Jepang, meminta pemerintah dan panitia penyelenggara untuk membatalkan Olimpiade yang dijadwalkan pada bulan Juli. Namun, panitia penyelenggara bersikeras bahwa mereka akan melanjutkan persiapan acara tersebut.

“Kami sangat khawatir akan keamanan dan kesehatan atlet serta masyarakat umum,” kata petisi tersebut yang ditandatangani oleh atlet-atlet dari berbagai cabang olahraga.

Meskipun petisi itu menyoroti kekhawatiran akan penyebaran virus, sebagian besar atlet Jepang yang menandatanganinya enggan untuk berbicara secara terbuka karena takut akan konsekuensinya.

Beberapa atlet, seperti pemain baseball Shota Imanaga, menyatakan keprihatinan mereka terhadap situasi yang semakin memburuk di Jepang. “Saya ingin berpartisipasi dalam Olimpiade, tetapi kesehatan dan keselamatan harus menjadi prioritas utama,” kata Imanaga.

Pemerintah Jepang telah menetapkan darurat kesehatan di beberapa wilayah, termasuk Tokyo, hingga akhir Mei karena lonjakan kasus COVID-19. Meskipun demikian, Perdana Menteri Yoshihide Suga tetap optimis bahwa Olimpiade dapat dilaksanakan dengan aman.

Sejumlah sponsor besar, termasuk Toyota dan Panasonic, juga telah menyuarakan kekhawatiran mereka terhadap penyelenggaraan Olimpiade di tengah pandemi. Namun, panitia penyelenggara terus berupaya untuk memastikan bahwa protokol kesehatan yang ketat akan diterapkan selama acara tersebut.