Sebanyak 20 siswa SMAN 1 Kota Bandung terlibat dalam aksi demo menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan di depan gedung DPRD Kota Bandung. Aksi demo tersebut berlangsung pada hari Senin, 10 Februari 2020.
Ketua OSIS SMAN 1 Kota Bandung, Ahmad, mengatakan bahwa aksi demo ini merupakan bentuk kepedulian siswa terhadap kondisi ekonomi masyarakat yang semakin sulit akibat kenaikan harga BBM. “Kami sebagai generasi muda merasa perlu untuk ikut berpartisipasi dalam menyuarakan aspirasi masyarakat terkait kenaikan harga BBM yang sangat memberatkan,” ujar Ahmad.
Aksi demo ini dimulai sejak pukul 10 pagi dan berlangsung hingga pukul 12 siang. Para siswa membawa spanduk bertuliskan “Turunkan Harga BBM, Hidup Rakyat Miskin!” dan berjalan dari SMAN 1 Kota Bandung menuju gedung DPRD Kota Bandung yang berjarak sekitar 1 kilometer.
Kepala Sekolah SMAN 1 Kota Bandung, Budi, menyatakan bahwa pihak sekolah memberikan dukungan kepada siswa yang ingin menyuarakan aspirasi melalui aksi demo damai ini. “Kami mengajarkan kepada siswa tentang pentingnya berpartisipasi dalam dinamika sosial dan politik secara damai dan bertanggung jawab,” kata Budi.
Selain siswa SMAN 1 Kota Bandung, aksi demo ini juga diikuti oleh beberapa aktivis mahasiswa dan organisasi masyarakat lainnya. Mereka menuntut pemerintah untuk menurunkan harga BBM agar beban hidup masyarakat tidak semakin berat.
Menurut koordinator aksi demo, Rizki, kenaikan harga BBM akan berdampak negatif terutama bagi masyarakat menengah ke bawah yang sudah kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Kami berharap pemerintah mendengar suara rakyat dan segera mengambil langkah yang nyata untuk menurunkan harga BBM,” ujar Rizki.
Meskipun aksi demo berlangsung dengan tertib dan damai, namun beberapa aparat kepolisian turut mengawal jalannya aksi demo guna mencegah terjadinya kerusuhan. Pihak kepolisian juga telah memastikan bahwa aksi demo tersebut tidak melanggar aturan yang berlaku.
Setelah berlangsung selama dua jam, aksi demo pun berakhir dengan penyerahan surat tuntutan kepada perwakilan DPRD Kota Bandung. Para siswa kemudian membubarkan diri dengan tertib dan kembali ke sekolah masing-masing. Mereka berjanji akan terus mengawal perkembangan hasil tuntutan mereka terhadap pemerintah terkait kenaikan harga BBM.