Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day menjadi momen refleksi kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Riau. Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) wilayah Riau menilai hubungan industrial masih jauh dari harapan.

Koordinator Wilayah KSBSI Riau, Juandy Hutauruk, pada Rabu (29/4/2026), mengungkapkan bahwa pelanggaran terhadap regulasi upah masih sering terjadi, terutama di sektor perkebunan, dengan menyoroti kondisi di Kabupaten Kampar dan Indragiri Hulu.

Menurut Juandy, sejumlah perusahaan di kedua daerah tersebut tidak mematuhi ketentuan kenaikan upah sektor perkebunan yang telah ditetapkan pemerintah tahun ini.

Para buruh di sektor perkebunan hingga saat ini belum merasakan kenaikan upah yang seharusnya, menunjukkan masih lemahnya kepatuhan pengusaha terhadap regulasi yang berlaku.

Juandy juga mencatat adanya kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat alih kelola perusahaan perkebunan kelapa sawit dari swasta kepada Agrinas, di mana sejumlah perusahaan diduga mengabaikan kewajiban pembayaran pesangon kepada buruh.

Selain itu, KSBSI juga menyoroti ketidakpatuhan sejumlah perusahaan terhadap putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah), termasuk kewajiban pembayaran pesangon, upah lembur, dan kekurangan pembayaran upah yang belum dipenuhi.

Perjuangan buruh melalui proses hukum yang panjang belum menghasilkan dampak positif bagi para pekerja, menunjukkan lemahnya pengawasan dari instansi terkait dan adanya dugaan pelanggaran hukum oleh perusahaan.

Pemerintah daerah didorong untuk mengambil langkah tegas guna memperbaiki situasi ketenagakerjaan di Riau, dengan memperhatikan isu nasional seperti ratifikasi Konvensi ILO 190, percepatan pembahasan RUU Ketenagakerjaan, dan perubahan regulasi terkait sistem kerja alih daya.

KSBSI mendorong Pemprov Riau bersama aparat penegak hukum dan legislatif untuk membuka ruang dialog khusus sebagai sarana penyelesaian berbagai persoalan ketenagakerjaan, dengan menyerukan semangat perjuangan bagi para buruh agar tetap memperjuangkan hak-haknya di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.