Kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Provinsi Riau menunjukkan penurunan signifikan. Direktorat Lalu Lintas Polda Riau mencatat jumlah kasus kecelakaan turun hingga 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Berdasarkan hasil evaluasi Operasi Ketupat 2026, jumlah kejadian kecelakaan berkurang dari enam kasus pada 2025 menjadi tiga kasus pada tahun ini. Penurunan ini dinilai sebagai hasil dari strategi pengamanan yang lebih efektif di lapangan.

Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Jeki Rahmat Mustika, menyebut bahwa perbaikan tidak hanya terlihat dari jumlah kejadian, tetapi juga dari dampak yang ditimbulkan. Kerugian materiil akibat kecelakaan tercatat turun drastis hingga 98 persen, dari Rp74,5 juta pada 2025 menjadi sekitar Rp1,8 juta pada 2026. Dari sisi fatalitas, jumlah korban meninggal dunia juga mengalami penurunan sebesar 25 persen, dari empat orang menjadi tiga orang. Sementara itu, korban luka berat turun dari tiga orang menjadi satu orang atau berkurang 67 persen. Untuk korban luka ringan, tidak tercatat kasus sama sekali pada tahun ini, dibandingkan dua kasus pada tahun sebelumnya.

Menurut Jeki, capaian ini tidak lepas dari berbagai langkah strategis yang diterapkan selama Operasi Ketupat, seperti peningkatan patroli di titik rawan kecelakaan, rekayasa lalu lintas, hingga penegakan hukum yang lebih tegas. Selain itu, edukasi keselamatan berkendara yang masif juga dinilai berkontribusi besar dalam menekan angka kecelakaan. Pihak kepolisian turut mengapresiasi meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Para pengendara dinilai lebih disiplin dalam mematuhi rambu-rambu serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

Angka kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Provinsi Riau menunjukkan penurunan signifikan. Direktorat Lalu Lintas Polda Riau mencatat jumlah kasus kecelakaan turun hingga 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Berdasarkan hasil evaluasi Operasi Ketupat 2026, jumlah kejadian kecelakaan berkurang dari enam kasus pada 2025 menjadi tiga kasus pada tahun ini. Penurunan ini dinilai sebagai hasil dari strategi pengamanan yang lebih efektif di lapangan. Ke depan, tren positif ini diharapkan dapat terus dipertahankan, tidak hanya saat momentum Lebaran, tetapi juga dalam aktivitas sehari-hari. Upaya ini menjadi langkah awal dalam membangun budaya tertib berlalu lintas yang lebih kuat dan berkelanjutan di Provinsi Riau.