Seorang dokter spesialis paru-paru dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Dr. Cipto Mangunkusumo, dr. Andi Kurniawan, mengungkapkan bahwa kasus infeksi saluran pernapasan akibat cuaca buruk meningkat selama musim hujan. Hal ini disebabkan oleh peningkatan kelembaban udara dan perubahan suhu yang dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh seseorang.
Menurut dr. Andi, infeksi saluran pernapasan yang sering terjadi pada musim hujan adalah pneumonia, bronkitis, dan influenza. Gejala yang biasanya muncul adalah batuk, pilek, sesak napas, dan demam. Oleh karena itu, masyarakat perlu lebih waspada dan menjaga kesehatan saat musim hujan tiba.
“Kita juga perlu meningkatkan daya tahan tubuh dengan pola makan yang sehat, istirahat yang cukup, dan rajin berolahraga. Selain itu, hindari kontak langsung dengan orang yang sedang sakit agar tidak tertular penyakit saluran pernapasan,” ujar dr. Andi saat diwawancara oleh awak media di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, pada hari Selasa (2/11).
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dr. Widyastuti, juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit infeksi saluran pernapasan. Ia menyarankan agar masyarakat selalu membersihkan lingkungan tempat tinggal, mencuci tangan dengan sabun secara teratur, dan menggunakan masker saat berada di tempat umum.
“Kesehatan adalah hal yang sangat penting, apalagi di musim hujan seperti sekarang. Mari kita jaga kesehatan kita dan lingkungan sekitar agar terhindar dari penyakit saluran pernapasan yang bisa menular dengan mudah,” tambah dr. Widyastuti.
Dalam situasi pandemi COVID-19 yang masih berlangsung, dr. Andi juga menekankan pentingnya vaksinasi sebagai langkah pencegahan yang efektif. Ia mengatakan bahwa vaksin COVID-19 tidak hanya melindungi dari virus corona, tetapi juga meningkatkan daya tahan tubuh secara keseluruhan.
“Vaksinasi COVID-19 sangat penting untuk melindungi diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita. Mari jaga kesehatan bersama-sama dan ikut serta dalam program vaksinasi pemerintah,” tutup dr. Andi.