Pasar tradisional di Kota Bandung mulai ramai dikunjungi oleh masyarakat setelah Pemerintah Kota Bandung memberlakukan pembatasan kegiatan di pusat perbelanjaan modern. Hal ini disambut baik oleh para pedagang yang merasa kembali mendapatkan rezeki setelah sebelumnya sepi akibat pandemi Covid-19.
“Kami merasa senang karena kini pasar tradisional kembali ramai dikunjungi oleh pembeli. Setelah pusat perbelanjaan modern tutup sementara, kami mendapatkan peluang untuk meningkatkan penjualan,” ujar Budi, seorang pedagang di Pasar Baru Bandung, Senin (1/11).
Dengan meningkatnya kunjungan masyarakat, pedagang di pasar tradisional mulai berharap agar kebijakan pembatasan di pusat perbelanjaan modern dapat diperpanjang. Hal ini diharapkan dapat membantu memulihkan ekonomi pedagang yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19.
“Kami berharap kebijakan ini dapat berlangsung lebih lama sehingga kami dapat kembali meraih omset penjualan seperti sebelum pandemi,” tambah Budi.
Pemerintah Kota Bandung sendiri telah memastikan bahwa kebijakan pembatasan di pusat perbelanjaan modern akan tetap berlangsung hingga situasi pandemi Covid-19 benar-benar terkendali. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus di tempat-tempat keramaian.
“Kami akan terus mengawasi perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menentukan kebijakan yang terbaik demi keamanan dan kesehatan masyarakat,” ujar Wali Kota Bandung, Oded M. Danial.
Meskipun demikian, Pemerintah Kota Bandung juga mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan ketika berbelanja di pasar tradisional. Penerapan protokol kesehatan di pasar tradisional diharapkan dapat mencegah penyebaran virus Covid-19 di tengah masyarakat.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan saat berada di pasar tradisional. Kesehatan kita bersama adalah tanggung jawab bersama,” tutup Oded.