Pengurus Pusat Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) mengecam keras tindakan pengrusakan dan perusakan yang dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab terhadap aset-aset IPSI di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum IPSI, Prabowo Subianto, dalam konferensi pers yang digelar pada hari Selasa (15/6).

Prabowo menjelaskan bahwa aksi pengrusakan tersebut dilakukan pada malam hari di Markas Cabang IPSI Indramayu. Beberapa fasilitas seperti ruang pertemuan, ruang latihan, dan peralatan latihan rusak parah akibat ulah oknum tersebut. Kejadian ini diketahui oleh anggota IPSI setempat pada pagi hari setelah melihat kondisi markas yang rusak.

Pengurus IPSI Indramayu telah melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian setempat untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Prabowo menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak akan membuat IPSI mundur, namun justru akan semakin memperkuat semangat para anggotanya untuk terus berkarya dan berprestasi dalam bidang pencak silat.

Menurut Prabowo, IPSI sebagai organisasi yang memiliki sejarah panjang dan prestasi gemilang dalam olahraga pencak silat tidak akan gentar menghadapi tindakan-tindakan yang ingin merusak citra dan keberlangsungan organisasi. IPSI akan terus berjuang untuk menjaga keutuhan dan martabat olahraga pencak silat di Indonesia.

Prabowo juga menyampaikan bahwa pihaknya akan memberikan dukungan penuh kepada pengurus IPSI Indramayu untuk memulihkan fasilitas yang rusak akibat tindakan pengrusakan tersebut. Selain itu, IPSI juga akan terus melakukan pembinaan dan pelatihan bagi para atlet dan pelatih pencak silat di seluruh Indonesia, sebagai wujud komitmen dalam mengembangkan olahraga tradisional ini.

Dalam konferensi pers tersebut, Prabowo juga mengajak seluruh anggota IPSI dan masyarakat Indonesia untuk bersatu dalam menjaga semangat persatuan dan gotong royong. Prabowo menegaskan bahwa tindakan pengrusakan tersebut tidak akan menyurutkan semangat IPSI untuk terus berkontribusi dalam pembangunan olahraga pencak silat di Tanah Air.

Prabowo berharap agar kejadian ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk lebih menghargai dan menjaga aset-aset organisasi dengan baik. Prabowo juga menekankan pentingnya kerja sama antara IPSI, pemerintah, dan masyarakat dalam memajukan olahraga pencak silat sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia yang harus dilestarikan.