Rencana penambangan bijih besi di hutan lindung Gunung Tampomas menuai pro dan kontra. “Saya sangat mendukung rencana ini karena dapat meningkatkan perekonomian daerah,” kata Budi, salah satu warga setempat. Namun, aktivis lingkungan, Andi, menentang rencana tersebut dengan alasan akan merusak ekosistem hutan yang dilindungi.
Pihak perusahaan tambang PT. Murni Jaya mengatakan bahwa penambangan bijih besi di Gunung Tampomas akan dilakukan dengan teknologi ramah lingkungan. “Kami akan memastikan bahwa proses penambangan tidak akan merusak lingkungan sekitar,” ujar Direktur PT. Murni Jaya, Siti.
Rencana penambangan bijih besi tersebut direncanakan akan dimulai bulan depan. Menurut informasi yang dihimpun, penambangan akan dilakukan selama dua tahun ke depan. Lokasi penambangan berada di kawasan hutan lindung Gunung Tampomas, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Warga sekitar Gunung Tampomas terbelah pendapat mengenai rencana penambangan bijih besi ini. Sebagian mendukung dengan alasan peningkatan ekonomi, namun sebagian lainnya menolak karena khawatir akan merusak lingkungan.
Pemerintah daerah Kabupaten Cilacap juga turut memberikan dukungannya terhadap rencana penambangan bijih besi di Gunung Tampomas. Wakil Bupati Cilacap, Indra, mengatakan bahwa penambangan ini akan membawa manfaat bagi daerah tersebut.
Namun, penolakan terhadap rencana penambangan bijih besi ini semakin menguat. “Kami tidak akan tinggal diam jika penambangan ini tetap dilakukan. Kami akan terus berjuang untuk melindungi hutan Gunung Tampomas,” kata Andi, salah seorang aktivis lingkungan.
Dampak dari rencana penambangan bijih besi di Gunung Tampomas juga menjadi perhatian masyarakat luas. Beberapa organisasi lingkungan sudah menyatakan keberatan terhadap rencana tersebut dan berencana melakukan aksi protes.
Hingga saat ini, belum ada keputusan final terkait rencana penambangan bijih besi di Gunung Tampomas. Diskusi dan pertemuan antara pihak terkait terus dilakukan untuk mencari solusi terbaik yang dapat memenuhi kebutuhan ekonomi daerah tanpa merusak lingkungan hutan yang dilindungi.
Masih terbuka kemungkinan bagi pihak perusahaan tambang untuk melakukan kajian lebih lanjut terkait dampak lingkungan dari rencana penambangan bijih besi di Gunung Tampomas. Sehingga, keputusan akhir akan diambil setelah mempertimbangkan semua masukan dan kepentingan yang terlibat.