Event Wisata Balimau Kasai dibuka oleh Bupati Kabupaten Kampar, Ahmad Yuzar, dalam rangka menyambut Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan dimulai dengan tradisi Bailiu dari Desa Pulau, Kecamatan Bangkinang, dan dilanjutkan di beberapa lokasi, termasuk kawasan wisata Pulau Kasiak, Desa Muara Jalai.
Kedatangan bupati beserta rombongan yang menggunakan speed boat disambut meriah oleh Kepala Desa Muara Jalai M. Yani dan masyarakat yang telah memadati lokasi. Turut hadir Ketua TP PKK Kabupaten Kampar Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar, Pj Sekda Kampar Ardi Marsiansya, para pimpinan OPD, serta perwakilan Forkopimda.
Ahmad Yuzar menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat dan berharap Balimau Kasai di Pulau Kasiak bisa menjadi destinasi wisata alternatif unggulan di Kampar. “Saya sangat bangga atas pelaksanaan kegiatan ini. Besar harapan kami, Balimau Kasai di Pulau Kasiak bisa menjadi wisata alternatif, baik bagi masyarakat Kampar maupun pengunjung dari luar daerah,” ujarnya.
Pengembangan desa wisata menjadi salah satu pendekatan strategis dalam mendorong pembangunan berkelanjutan berbasis potensi lokal, menurut Ahmad Yuzar. Oleh karena itu, Pemkab Kampar berkomitmen menjadikan Balimau Kasai sebagai event tahunan yang mampu menggerakkan berbagai sektor, khususnya UMKM pedesaan.
Pemerintah daerah berupaya agar tradisi Balimau Kasai dapat ditetapkan sebagai event berskala nasional sekaligus cagar budaya. Berdasarkan penjelasan para ninik mamak, Balimau Kasai merupakan tradisi istimewa masyarakat Kampar dalam menyambut bulan suci Ramadan, sebagai simbol rasa syukur dan kegembiraan umat Islam.
Ritual Balimau Kasai melambangkan pembersihan diri, baik secara lahir maupun batin, dari sifat-sifat buruk sebelum memasuki bulan Ramadan. Dengan dukungan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat, Balimau Kasai diharapkan tidak hanya menjadi tradisi tahunan tetapi juga ikon wisata religi yang mengangkat citra Kabupaten Kampar di tingkat nasional.