Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Riau mencatat penurunan signifikan angka kecelakaan lalu lintas selama masa Operasi Ketupat 2026. Dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, jumlah kecelakaan di wilayah tersebut berkurang hingga separuhnya. Berdasarkan data hasil evaluasi pengamanan arus mudik dan balik, jumlah peristiwa kecelakaan menyusut dari enam kasus pada 2025 menjadi tiga kasus pada tahun ini.
Penurunan ini dipandang sebagai hasil dari efektivitas strategi pengamanan di lapangan. Direktur Lalu Lintas Polda Riau Kombes Jeki Rahmat Mustika menjelaskan, penurunan tidak hanya terjadi pada kuantitas kejadian, tetapi juga pada dampak kerugian materiil. “Kerugian materiil akibat kecelakaan menurun drastis hingga 98 persen. Jika pada 2025 tercatat sebesar Rp 74,5 juta, pada tahun ini angka tersebut turun menjadi Rp 1,8 juta,” ujar Jeki dalam keterangannya, Sabtu (28/3/2026).
Tingkat fatalitas atau jumlah korban jiwa juga menunjukkan tren perbaikan. Korban meninggal dunia tercatat sebanyak tiga orang, berkurang satu orang atau turun 25 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai empat orang. Selain itu, angka korban luka berat mengalami penurunan sebesar 67 persen, dari tiga orang pada 2025 menjadi satu orang pada 2026.
Sementara itu, untuk kategori luka ringan, kepolisian mencatat nol kasus, turun sepenuhnya dari dua kasus pada periode sebelumnya. Menurut Jeki, capaian positif ini merupakan hasil kolaborasi dari berbagai langkah taktis, mulai dari intensitas patroli di titik rawan, rekayasa arus lalu lintas, hingga penegakan hukum yang lebih ketat. Edukasi publik yang masif mengenai keselamatan berkendara juga dinilai menjadi faktor penentu.
Pihak kepolisian mengapresiasi masyarakat yang semakin patuh terhadap aturan lalu lintas selama melakukan perjalanan jauh. Pengendara dinilai lebih disiplin dalam mengikuti arahan petugas dan mematuhi rambu-rambu jalan. “Kami berharap tren penurunan ini bisa terus terjaga untuk memastikan keamanan, keselamatan, dan kelancaran lalu lintas di masa mendatang, tidak hanya saat momentum Lebaran,” tambah Jeki.
Keberhasilan menekan angka kecelakaan dalam Operasi Ketupat 2026 ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi pembentukan budaya tertib berlalu lintas yang lebih permanen di Provinsi Riau. -Juh