Dalam sebuah konferensi pers yang diadakan hari ini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jakarta, dr. Tuty Kusumawati, mengumumkan bahwa kasus positif COVID-19 di ibu kota terus mengalami peningkatan. “Hari ini kami mencatat 500 kasus baru, angka tertinggi sejak pandemi ini dimulai,” ujarnya.
Menurut dr. Tuty, lonjakan kasus ini terjadi akibat dari libur panjang akhir tahun yang membuat masyarakat sering berkumpul dan mengabaikan protokol kesehatan. “Kami sangat mengimbau kepada masyarakat agar tetap disiplin dalam menerapkan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak,” tambahnya.
Pemerintah kota Jakarta pun kembali memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mengendalikan penyebaran virus corona. PSBB kali ini akan berlangsung selama dua minggu ke depan. “Kami berharap dengan adanya PSBB ini, angka kasus positif bisa turun dan situasi dapat terkendali,” jelas dr. Tuty.
Meskipun demikian, dr. Tuty menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan upaya pelacakan kontak dan isolasi mandiri bagi orang-orang yang terpapar virus corona. “Kami akan bekerja keras untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, juga turut angkat bicara terkait lonjakan kasus COVID-19 ini. Menurutnya, peningkatan kasus ini menjadi tanggung jawab bersama untuk mematuhi protokol kesehatan demi melindungi diri sendiri dan orang lain. “Kami harus bersatu dan bekerja sama dalam menghadapi pandemi ini,” ujar Anies.
Anies juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panik namun tetap waspada. “Kita harus tetap tenang namun tidak boleh lengah. Mari kita jaga kebersihan, jaga jarak, dan patuhi aturan yang ada demi keselamatan bersama,” tutup Anies.