Jembatan ke Desa Sialang Jaya di Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengalami kerusakan berat dari masa ke masa. Kondisinya terlihat terapung saat musim banjir besar dan berkelok-kelok, ditambah dengan bolong-bolong saat air surut. Hal ini menimbulkan suasana yang menakutkan dan menyedihkan, terutama jika terjadi korban jiwa di jembatan tersebut.
Ironisnya, jembatan tersebut merupakan jalur utama penghubung antar kelurahan dan desa. Para ASN dan P3K yang melintas untuk memberikan ilmu kepada muridnya juga terkendala akibat kerusakan jembatan tersebut. Bahkan, Kepala Desa pun harus melintas melewati jembatan yang rusak parah tersebut.
Selain itu, masyarakat yang memiliki kebun di sekitar jembatan juga terhenti untuk bekerja membersihkan kebunnya. Hal ini menjadi perhatian serius mengingat jembatan tersebut sering dilintasi oleh kepala desa dan masyarakat setempat.
Permasalahan yang muncul adalah mengenai tanggung jawab perbaikan jembatan. Apakah wewenang desa atau masyarakat untuk memperbaiki jembatan tersebut. Sejak puluhan tahun, jembatan tersebut tidak pernah mendapatkan perhatian serius dari pemerintah kabupaten.
Meskipun Desa Sialang Jaya memiliki ketahanan yang baik dalam produksi jagung, akses menuju desa tersebut sangat terkendala akibat kondisi jembatan yang buruk. Hal ini membuat sebagian orang enggan untuk melintas ke desa atau merasa malu.
Permasalahan ini menjadi sorotan di media sosial dan masyarakat setempat. Dengan kondisi jembatan yang semakin memprihatinkan, diharapkan pemerintah segera turun tangan untuk memperbaiki jembatan ke Desa Sialang Jaya demi kelancaran aktivitas masyarakat.