Hotel Kuansing dan Rusunawa di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) sedang menarik minat investor asal Sumatera. Hal ini dikonfirmasi oleh Kabag Umum Setda Kuansing, Deswan Antoni, yang menyebutkan bahwa faktor lokasi menjadi kunci ketertarikan pihak ketiga. Investor tertarik pada Hotel Kuansing karena posisinya strategis di jalur lintas tengah Riau-Sumatera.
Tim teknis dari pihak investor dijadwalkan segera turun ke lokasi dalam waktu dekat untuk melakukan audit fisik bangunan Hotel Kuansing dan Rusunawa. Meski dikelola pihak ketiga, status kepemilikan bangunan tidak akan berpindah tangan. Skema kerja sama ini bertujuan agar manajemen pengelolaan menjadi lebih komersial dan profesional tanpa mengubah fungsi dasarnya sebagai hunian.
Pola kerja sama antara pemda Kuansing dan investor akan dibicarakan lebih detail setelah pihak investor selesai menghitung total biaya perbaikan yang diperlukan. Pemda Kuansing menargetkan skema kerja sama yang tidak membebani keuangan daerah. Kemungkinan pola kerja sama adalah bagi hasil, di mana investor mengelola selama beberapa tahun, dan kemudian bagi hasil dengan Pemda.
Upaya menggandeng investor ini diharapkan mampu menyelamatkan aset daerah dari kerusakan akibat tidak terpakai dalam waktu lama, sekaligus meningkatkan kontribusi sektor properti terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kuansing. Deswan Antoni juga menyatakan bahwa prioritas pemerintah adalah memfungsikan kembali bangunan Rusunawa agar optimal bagi masyarakat atau pekerja.