Sebuah gagasan untuk menghadirkan ketahanan gizi dan ekonomi dari lingkungan rumah telah diperkenalkan melalui konsep Kandang Tera. Inovasi ini merupakan hasil dari kolaborasi antara Founder Tera Group, Yuhendra Prayoga, dan sejumlah akademisi dengan tujuan mendorong masyarakat untuk memproduksi sumber pangan secara mandiri dalam skala sederhana.

Kandang Tera, yang merupakan bagian dari Project Tera, diinisiasi oleh Yuhendra Prayoga dan akademisi sebagai upaya untuk memulai konsep ketahanan gizi dari rumah tangga di Provinsi Riau, terutama di Pekanbaru. Konsep ini menggabungkan beberapa kegiatan produksi pangan dalam satu sistem yang ringkas dan mudah diterapkan.

Konsep Kandang Tera mengubah pola peternakan dan pertanian skala besar menjadi model yang lebih minimalis. Dalam satu kandang terpadu terdapat kolam ikan, kandang ayam petelur, serta kebun sayuran hidroponik sebagai komponen utama.

Kehadiran Kandang Tera memiliki dua tujuan utama, yaitu meningkatkan asupan gizi keluarga dan memberikan peluang tambahan pendapatan bagi ibu rumah tangga melalui hasil produksi pangan. Yuhendra Prayoga menekankan pentingnya hubungan antara ketahanan gizi dan ketahanan ekonomi keluarga dalam konsep ini.

Dalam sistem Kandang Tera, terdapat tiga komponen utama: ayam petelur, kolam ikan, dan tanaman sayuran hidroponik yang dirancang menjadi satu ekosistem pangan skala rumah tangga. Yuhendra berharap konsep ini dapat menjadi proyek percontohan bagi pengembangan ketahanan pangan berbasis keluarga di Pekanbaru.

Peluncuran awal Kandang Tera telah dimulai hari ini sebagai langkah awal untuk memperkenalkan konsep peternakan terpadu yang sederhana dan mudah diterapkan oleh masyarakat. Yuhendra juga menegaskan bahwa Kandang Tera bukan hanya gagasan pribadi, melainkan hasil kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk akademisi dari Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Konsep Kandang Tera merupakan bagian dari Project Tera yang menggambarkan sistem integrasi produksi pangan dari hulu hingga hilir. Dengan adanya konsep ini, diharapkan masyarakat dapat memulai produksi pangan dari lingkungan rumah sendiri demi mencapai ketahanan pangan yang lebih baik.