Intensitas hujan yang meningkat di sejumlah wilayah Sumatera dalam beberapa hari terakhir berdampak signifikan pada penurunan jumlah titik panas (hotspot). Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Selasa (17/2/2026), hanya terpantau tujuh titik panas di seluruh daratan Sumatera.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru Yasir menyampaikan bahwa penurunan ini merupakan tren positif dibandingkan periode sebelumnya. Dari total tujuh titik yang terdeteksi satelit, Provinsi Riau masih mendominasi dengan sebaran enam titik panas.

“Total hotspot di wilayah Sumatera hari ini menurun drastis, kini hanya tersisa tujuh titik,” ujar Yasir dalam keterangan resminya di Pekanbaru.

Adapun satu titik lainnya terpantau berada di Provinsi Bangka Belitung. Sementara itu, enam titik panas yang terkonsentrasi di Riau tersebar di tiga wilayah kabupaten, meliputi, Kabupaten Pelalawan 3 titik, Kabupaten Siak 2 titik, Kabupaten Bengkalis 1 titik.

Meskipun jumlah titik panas mengalami penurunan tajam akibat faktor kelembapan cuaca, pemerintah daerah dan tim satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tetap diminta waspada. Wilayah pesisir dan daratan timur Riau masih menjadi fokus perhatian karena kerentanan lahannya.

BMKG menegaskan bahwa kemunculan hotspot merupakan indikator awal adanya aktivitas pembakaran yang berisiko meluas jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, data satelit ini diharapkan menjadi rujukan utama bagi petugas lapangan dalam melakukan mitigasi dan pemadaman dini sebelum api berkembang menjadi kebakaran terbuka.