Peningkatan aktivitas titik panas di wilayah Sumatera terus dipantau oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru. Hingga Kamis (16/3/2026) sore, terdapat 323 titik panas yang terdeteksi oleh satelit, tersebar di sembilan provinsi, dengan Provinsi Riau memiliki konsentrasi titik panas tertinggi.

Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru, Sanya Gautami, menjelaskan bahwa dari total titik panas di Sumatera, Provinsi Riau menyumbang 77 titik. Selain Riau, titik panas juga terdeteksi di provinsi lain seperti Jambi (38 titik), Sumatera Selatan (36 titik), Kepulauan Riau (28 titik), Aceh (15 titik), Bangka Belitung (13 titik), Sumatera Barat (11 titik), Sumatera Utara (4 titik), dan Bengkulu (1 titik).

Secara khusus di wilayah Riau, Kabupaten Bengkalis menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak, yaitu 24 titik. Selain Bengkalis, titik panas juga terdeteksi di Kabupaten Kampar (11 titik), Kota Dumai (7 titik), Kabupaten Siak (5 titik), Kabupaten Rokan Hilir (4 titik), dan Kabupaten Indragiri Hulu (2 titik). Sementara wilayah lain seperti Kepulauan Meranti, Kuantan Singingi, dan Rokan Hulu masing-masing memiliki satu titik panas.

Meskipun jumlah titik panas signifikan, BMKG melaporkan bahwa kualitas udara dan jarak pandang di sejumlah wilayah Riau masih dalam kategori normal. Hingga pukul 16.00 WIB, jarak pandang di Kota Pekanbaru sejauh 9 kilometer, Rengat 8 kilometer, Pelalawan 10 kilometer, dan wilayah Tambang 9 kilometer.

Pemerintah daerah dan instansi terkait diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan yang dapat memicu polusi kabut asap di wilayah tersebut. Menurut Sanya Gautami, “Kondisi ini perlu diwaspadai bersama agar potensi karhutla dapat diminimalisir.”