Rumah godang di Hulu Kuantan, yang merupakan pusat kegiatan adat dan musyawarah, kini mulai mengalami keprihatinan. Pepatah “RAJO indak ba istana, ninik mamak indak barumah godang” menggambarkan kondisi adat istiadat di daerah tersebut. Acara penting seperti lebaran dan halal bihalal yang seharusnya dilakukan di rumah godang, kini harus dipindahkan ke surau sebagai simbol pergeseran nilai-nilai adat.

Rumah godang bukan hanya bangunan fisik di Kuantan Singingi, tetapi juga merupakan simbol kesinambungan budaya dari generasi ke generasi. Namun, saat ini, rumah godang di Hulu Kuantan hanya tinggal kenangan, digantikan oleh bangunan-bangunan modern yang tak berjiwa. Kehilangan rumah godang bukan hanya masalah arsitektur, tetapi juga masalah sosial dan budaya.

Faktor ekonomi menjadi salah satu penyebab hilangnya rumah godang di Hulu Kuantan. Banyak keluarga tidak mampu lagi merawat rumah godang yang besar dan mahal. Perubahan gaya hidup dan pola pikir masyarakat juga turut berperan dalam kondisi ini. Generasi muda cenderung lebih tertarik pada hal-hal modern dan praktis, sementara tradisi adat dianggap kuno dan tidak relevan.

Kurangnya perhatian dari pemerintah dan tokoh masyarakat juga menjadi faktor hilangnya rumah godang. Upaya pelestarian budaya seringkali hanya sebatas seremoni dan festival, tanpa langkah konkret untuk menjaga keberlangsungan tradisi. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama dari semua pihak untuk menghidupkan kembali tradisi rumah godang di Hulu Kuantan.

Pemerintah perlu memberikan dukungan finansial dan teknis untuk membangun kembali rumah godang di Hulu Kuantan. Tokoh masyarakat juga perlu berperan aktif dalam mengedukasi generasi muda tentang pentingnya adat dan tradisi. Masyarakat sendiri juga perlu memiliki kesadaran dan kebanggaan terhadap warisan budaya mereka.

Rumah godang bukan hanya sekadar bangunan, tetapi juga simbol identitas dan jati diri masyarakat Hulu Kuantan. Kehilangan rumah godang berarti kehilangan sebagian dari identitas mereka. Oleh karena itu, perlu ada upaya untuk melestarikan dan menghidupkan kembali rumah godang agar generasi mendatang tetap dapat merasakan kekayaan budaya nenek moyang mereka.