Pada Selasa-Rabu (10-11/2/2026), Anggota Komisi VII DPR RI melakukan Kunjungan Spesifik ke Kota Batam. Kunjungan tersebut dihadiri oleh pihak Kementerian Pariwisata BP Batam, BTP, Dinas Perindustrian Kota Batam, dan pihak terkait lainnya.
Hendry Munief menyatakan bahwa Batam memiliki peran strategis sebagai kawasan perbatasan dan pintu gerbang utama pariwisata internasional di wilayah barat Indonesia. Kedekatan geografis dengan Singapura, konektivitas transportasi lintas negara, serta status sebagai Kawasan Perdagangan Bebas menjadikan Batam sebagai magnet utama wisatawan mancanegara, terutama dari Singapura.
Menurut Hendry Munief, data BPS menunjukkan adanya peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam. Pada periode JanuariāAgustus 2025, jumlah total kunjungan wisman mencapai lebih dari 1 juta orang, dengan sebagian besar berasal dari Singapura.
Tingginya tingkat kunjungan ke Batam saat ini dikaitkan dengan melemahnya ekonomi Singapura. Warga Singapura mulai berbelanja kebutuhan sehari-hari di Batam pada akhir pekan karena harga barang di Singapura dinilai sudah sangat tinggi.
Hendry Munief menjelaskan bahwa pola kunjungan wisatawan ke Batam cenderung singkat, sekitar 1,86 hari, dengan fokus utama pada aktivitas belanja. Hal ini mencerminkan karakteristik wisata singkat yang lebih berorientasi pada shopping tourism daripada pengalaman jangka panjang.
Fenomena pembelian barang dalam jumlah besar oleh wisatawan asing atau orang kapal telah menimbulkan kekhawatiran akan gangguan distribusi barang bagi masyarakat Batam. Hal ini juga berpotensi memicu tekanan harga barang di Batam jika tidak dikelola dengan baik.
Meskipun pelemahan ekonomi Singapura dianggap sebagai berkah bagi Kota Batam, Hendry Munief menekankan pentingnya menangkap peluang ini dengan baik. Pemerintah harus mempersiapkan segala sesuatu agar Indonesia dapat menjadi alternatif terbaik bagi masyarakat dan pengusaha yang biasanya berada di Singapura.