Pemerintah Provinsi Riau akan menerima tambahan satu unit helikopter jenis water bombing (WB) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Helikopter tersebut dijadwalkan tiba pada Senin, 6 April 2026. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Riau, Edy Afrizal, menyampaikan bahwa kedatangan helikopter ini merupakan tindak lanjut dari permohonan pemerintah daerah.
Saat ini, Riau telah memiliki tiga helikopter siaga, termasuk dua unit helikopter patroli bantuan Kementerian Kehutanan dan BNPB, serta satu unit helikopter water bombing jenis Super Puma. Tambahan armada udara ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pemadaman karhutla, terutama di wilayah sulit dijangkau oleh tim darat.
Titik-titik rawan kebakaran, seperti di Kabupaten Pelalawan dan Bengkalis, sering mengalami kendala akses, terutama di kawasan hutan terpencil dan perbukitan. Kondisi ini membatasi penanganan karhutla dari darat. Dengan tambahan helikopter water bombing, diharapkan upaya pemadaman dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran untuk mengurangi potensi meluasnya kebakaran.
Pemerintah daerah yakin penguatan armada udara ini akan menjadi langkah strategis dalam menjaga wilayah Riau dari ancaman karhutla yang kerap terjadi setiap musim kemarau. Tambahan helikopter ini diharapkan mampu memberikan dukungan yang lebih efektif dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di Riau. Dengan adanya armada udara yang lebih lengkap, diharapkan potensi kerugian akibat karhutla dapat diminimalkan secara signifikan.
Menyikapi situasi ini, Edy Afrizal menegaskan pentingnya kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah dalam penanggulangan karhutla. Dukungan tambahan dalam bentuk helikopter water bombing dari BNPB merupakan wujud nyata dari kerjasama tersebut. Hal ini juga menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengatasi masalah karhutla yang dapat berdampak negatif pada lingkungan dan kesehatan masyarakat.