Sebuah ledakan terjadi di sebuah pabrik kimia di kawasan industri Surabaya pada hari Senin pagi. Menurut saksi mata, ledakan terjadi sekitar pukul 09.00 WIB dan terdengar hingga beberapa kilometer dari lokasi kejadian.

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya, Bambang Soekarno, mengkonfirmasi bahwa ledakan tersebut telah menyebabkan dua orang tewas dan lima orang lainnya mengalami luka-luka. Identitas korban belum dapat dipastikan karena kondisi korban yang mengalami luka bakar parah.

Pabrik kimia tersebut merupakan milik PT Graha Kimia, perusahaan yang bergerak di bidang produksi bahan kimia untuk industri tekstil. Pihak perusahaan belum memberikan pernyataan resmi terkait penyebab ledakan tersebut.

Menurut keterangan dari salah seorang pekerja yang selamat, ledakan terjadi akibat kebocoran gas yang terjadi di salah satu tangki penyimpanan bahan kimia. Hal ini menyebabkan reaksi kimia yang tidak terkendali dan akhirnya mengakibatkan ledakan besar.

Pihak kepolisian setempat telah melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti dari kejadian ini. Mereka juga telah meminta keterangan dari beberapa saksi mata dan pekerja pabrik untuk membantu dalam proses investigasi.

Dampak ledakan ini juga dirasakan oleh warga sekitar yang merasa terkejut dengan suara ledakan yang begitu keras. Beberapa rumah dan kendaraan di sekitar pabrik juga mengalami kerusakan akibat ledakan tersebut.

Pihak berwenang telah melakukan evakuasi terhadap warga sekitar pabrik untuk mencegah terjadinya ledakan susulan atau kebocoran bahan kimia berbahaya. Mereka juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang dan waspada.

Sementara itu, tim dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga turut dikerahkan untuk membantu dalam penanganan dampak dari ledakan ini. Mereka memberikan bantuan logistik dan tenaga medis untuk membantu korban yang membutuhkan pertolongan.

Pabrik kimia tersebut telah ditutup sementara untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait keamanan dan keselamatan kerja. Pihak perusahaan juga berjanji akan memberikan kompensasi kepada keluarga korban dan memperbaiki kerusakan yang terjadi akibat ledakan.