Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menutup rangkaian kegiatan finish dan penutupan Indonesia Offroad Expedition Riau-Jambi (IOX Raja) tahun ini. Kepedulian terhadap lingkungan serta solidaritas kemanusiaan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga sosial, melainkan kewajiban bersama sebagai sesama manusia.

Dalam sambutannya, Agung menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta IOX Raja yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan hingga titik akhir dengan semangat, kebersamaan, dan disiplin. IOX Raja bukan hanya kegiatan komunitas otomotif atau perjalanan jarak jauh, melainkan telah berkembang menjadi gerakan sosial yang sarat nilai kemanusiaan dan kepedulian lingkungan.

Agung menekankan bahwa melalui berbagai aksi nyata, komunitas ini menunjukkan bahwa kekuatan kebersamaan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Sejumlah kegiatan sosial dan lingkungan telah dilaksanakan selama IOX Raja, seperti pembukaan jalan evakuasi di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

Selain itu, juga dilakukan penyaluran bantuan bagi korban bencana di Solok berupa 1.000 eksemplar Alquran dan 1.000 kain sarung, serta pemasangan saluran irigasi air bersih sepanjang satu kilometer. Di Provinsi Riau, dilakukan penanaman 600 bibit pohon pada kawasan penyangga Hutan Rimbang Baling seluas kurang lebih dua hektare.

Agung menyatakan bahwa hal tersebut menjadi bukti bahwa IOX hadir bukan hanya membawa semangat persaudaraan, tetapi juga manfaat nyata bagi masyarakat dan kelestarian alam. IOX Raja juga menekankan pesan kuat bahwa persaudaraan dapat melintasi batas wilayah, perbedaan suku, serta latar belakang, bahkan antarprovinsi.

Nilai-nilai tersebut dinilai sejalan dengan semangat pembangunan berkelanjutan dan penguatan karakter sosial masyarakat. Agung berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan di masa mendatang, dengan harapan agar acara IOX dimulai dari Pekanbaru pada tahun depan.