Pekanbaru, RIAUIN.COM– Momentum Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang konsolidasi para tokoh untuk membahas arah pembangunan Riau ke depan. Sejumlah isu strategis daerah, termasuk persoalan di Kabupaten Kampar, turut mengemuka dalam pertemuan tersebut.
Acara yang digelar Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) berlangsung khidmat di Balai Dang Merdu Bank Riau Kepri Syariah, Pekanbaru, Minggu (12/4/2026). Acara tersebut mengusung semangat “Tali Bapilin Tigo”, sebagai simbol kolaborasi antara pemerintah, tokoh adat, dan ulama dalam membangun daerah.
Wakil Bupati Kampar, Dr Hj Misharti SAg MSi, turut hadir bersama sejumlah tokoh penting Riau, seperti Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Ketua Umum FKPMR HR Mambang Mit, Ketua Umum LAMR Datuk Seri H Raja Marjohan Yusuf, serta mantan Gubernur Riau H Saleh Djasit yang juga menjadi Dewan Pembina FKPMR. Turut hadir pula Ketua MUI Provinsi Riau Prof Dr Saidul Amin MA, serta beberapa anggota DPR RI seperti Drs Ahmad, Dr Karmila Sari, Hendry Munief, dan Dr Syahrul Aidi Maazat Lc MA, yang memperkuat nuansa kolaborasi lintas sektor dalam forum tersebut.
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Misharti menyoroti persoalan galian C di Kampar Utara yang dinilai sudah meresahkan masyarakat. Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut menjadi perhatian serius dan akan segera dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Riau. “Persoalan ini akan kami tindak lanjuti bersama Pemerintah Provinsi Riau karena sudah sangat meresahkan masyarakat,” ujar Misharti.
Esensi dari pertemuan ini adalah memperkuat sinergi dan kebersamaan dalam mendorong pembangunan, khususnya di Kabupaten Kampar. “Intisari silaturahmi ini adalah bagaimana kita bersinergi dan bersama-sama membangun Riau ke depan, terutama Kampar,” tambahnya.
Acara semakin bermakna dengan tausiyah yang disampaikan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Riau sekaligus Ketua MUI Riau Prof Dr Saidul Amin MA. Dalam ceramah bertema “Silaturahmi”, ia menekankan pentingnya persatuan sebagai fondasi utama kemajuan daerah. “Kita harus menyatukan langkah dan hati. Sinergi antara pemuka masyarakat, pemerintah, dan ulama adalah kekuatan utama dalam menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.
Ketua Umum FKPMR Mambang Mit menyebut pertemuan ini sebagai bentuk komitmen forum dalam menjembatani komunikasi dan gagasan demi kemajuan Riau secara menyeluruh. Dari pertemuan tersebut juga lahir kesepakatan strategis, yakni pembentukan Forum Komunikasi Anggota DPR RI Dapil Riau. Forum ini diketuai oleh Drs H Ahmad MSc dan didampingi Sekretaris Dr Karmila Sari SKom MM.
Forum ini diharapkan menjadi wadah sinergi dalam memperjuangkan percepatan pembangunan daerah, mulai dari sektor ekonomi, infrastruktur, hingga menyikapi isu pengurangan dana transfer ke daerah TKD dari pemerintah pusat. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah antar tokoh lintas generasi. Nuansa kebersamaan yang tercipta menjadi simbol kuat bahwa kolaborasi tetap menjadi kunci dalam mengawal pembangunan Riau menuju masa depan yang lebih gemilang. -adv