Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti kembali menyelenggarakan Festival Perang Air atau Cian Cui di Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Selasa (17/2/2026). Tradisi tahunan ini bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 dan diarahkan sebagai ikon pariwisata nasional serta sarana mempererat kerukunan lintas etnis. Pusat kota di Jalan Merdeka, Kelurahan Selatpanjang Kota, dipadati ribuan warga sejak sore hari. Peserta yang menggunakan becak motor maupun yang bersiaga di pinggir jalan saling menyiramkan air menggunakan ember hingga pistol air. Festival ini telah ditetapkan sebagai agenda tetap kabupaten sejak 2013 dan kini masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN).

Bupati Kepulauan Meranti Kombes Pol Purn Asmar menyatakan, festival ini merupakan komitmen pemerintah daerah untuk melestarikan tradisi lokal agar dikenal di kancah internasional. Ia berharap momentum ini memperkuat persatuan, terlebih pelaksanaan Imlek tahun ini berdekatan dengan bulan suci Ramadhan. “Kami berharap festival ini menjadi momentum mempererat persatuan masyarakat lintas suku dan agama. Pemerintah juga mengimbau warga tetap menjaga ketertiban serta kebersihan lingkungan selama kegiatan berlangsung,” ujar Asmar.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati memberikan kehormatan kepada Kapolda Riau untuk melepas rombongan peserta secara resmi. Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menekankan pentingnya keseimbangan antara pelestarian budaya dan perlindungan lingkungan. Mengingat letak geografis Meranti di wilayah pesisir, Herry menyoroti pentingnya menjaga ekosistem mangrove sebagai benteng alami pantai melalui program Green Policing. “Festival Cian Cui mencerminkan kekuatan tradisi dalam menyatukan masyarakat melalui harmoni kehidupan yang selaras dengan alam dan semangat gotong royong,” kata Herry.

Acara yang berlangsung meriah ini tidak hanya diikuti oleh masyarakat keturunan Tionghoa, tetapi juga melibatkan warga dari berbagai latar belakang suku yang menyatu dalam kegembiraan. (Bil)