Festival Lampu Colok Bengkalis 2026 Tetap Digelar, Tradisi Ramadan Terus Dilestarikan

Pemerintah Kabupaten Bengkalis telah memastikan bahwa Festival Lampu Colok 2026 tetap akan digelar sebagai bagian dari tradisi budaya masyarakat yang selalu menyemarakkan malam-malam Ramadan. Kepastian ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bengkalis, Edi Sakura, yang menegaskan bahwa pelaksanaan festival merupakan instruksi langsung dari Bupati Bengkalis, Kasmarni.

Tradisi lampu colok telah menjadi bagian penting dari budaya masyarakat Bengkalis yang diwariskan secara turun-temurun dan identik dengan suasana Ramadan. Edi menjelaskan, “Festival Lampu Colok tetap dilaksanakan pada tahun 2026 ini. Tradisi ini sudah mengakar kuat di tengah masyarakat, terutama saat Ramadan. Pemerintah daerah berkomitmen menjaga warisan budaya ini agar tetap lestari.”

Disparbudpora Bengkalis telah membuka pendaftaran bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam festival tersebut. Pendaftaran dapat dilakukan mulai 6 hingga 14 Maret 2026 di Kantor Disparbudpora Kabupaten Bengkalis melalui Bidang Kebudayaan. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, panitia berencana melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi instalasi lampu colok yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat.

Dari berbagai lokasi tersebut, panitia akan memilih kawasan terbaik yang nantinya dijadikan lokasi pembukaan Festival Lampu Colok 2026, yang direncanakan akan dihadiri langsung oleh Bupati Bengkalis. Festival Lampu Colok sendiri merupakan tradisi khas masyarakat Bengkalis yang menghadirkan berbagai instalasi lampu minyak yang disusun membentuk ornamen dan bangunan unik, sehingga menciptakan suasana meriah di malam Ramadan.