Pada hari Jumat, 12 Februari 2021, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr. Arif Hidayat, mengumumkan bahwa jumlah kasus COVID-19 di Surabaya mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. “Kami melihat lonjakan kasus yang cukup besar, terutama setelah libur panjang akhir tahun lalu,” ujar dr. Arif.
Dalam dua minggu terakhir, jumlah kasus positif COVID-19 di Surabaya telah mencapai angka tertinggi sejak awal pandemi. Peningkatan kasus ini juga diikuti dengan peningkatan jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit. “Kami terus memantau perkembangan kasus ini dan berupaya untuk mengendalikan penyebaran virus,” tambah dr. Arif.
Dalam upaya untuk menekan penyebaran virus, Pemerintah Kota Surabaya telah memperketat protokol kesehatan di berbagai tempat umum, termasuk pusat perbelanjaan dan pasar tradisional. “Kami berharap dengan adanya pengetatan ini, masyarakat dapat lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan,” kata dr. Arif.
Meskipun demikian, dr. Arif juga mengingatkan pentingnya vaksinasi sebagai salah satu langkah untuk melindungi diri dari COVID-19. “Vaksinasi sangat penting untuk membangun kekebalan tubuh sehingga kita dapat melindungi diri dan orang-orang di sekitar kita,” ujarnya.
Hingga saat ini, Pemerintah Kota Surabaya terus melakukan vaksinasi massal untuk masyarakat. “Kami berharap dengan percepatan vaksinasi ini, kita dapat segera mengendalikan penyebaran virus dan memutus mata rantai penularan COVID-19,” jelas dr. Arif.
Dalam kesempatan yang sama, dr. Arif juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak lengah meskipun kasus COVID-19 mulai menurun. “Kami masih perlu menjaga kewaspadaan agar tidak terjadi lonjakan kasus yang lebih besar di masa mendatang,” pungkasnya.
Pemerintah Kota Surabaya juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. “Kami berharap dengan kesadaran masyarakat dalam menerapkan 3M, kita dapat bersama-sama melawan pandemi ini,” tutup dr. Arif.