Dubai akan membangun jalan berlapis emas pertama di dunia sebagai bagian dari proyek Dubai Gold District. Proyek tersebut bertujuan untuk memperkuat posisi Dubai sebagai pusat perdagangan emas dan perhiasan terbesar di dunia. Jalan yang diberi nama Gold Street ini dirancang sebagai ikon utama distrik tersebut.
Pengembang properti Ithra Dubai menyatakan bahwa pembangunan jalan berlapis emas ini akan terintegrasi langsung dengan infrastruktur perdagangan, ritel, dan investasi emas yang ada di Dubai Gold District. Mereka juga menegaskan bahwa Gold Street akan menjadi bagian dari ekosistem bisnis dan pariwisata yang saling terhubung.
Dubai Gold District direncanakan menampung lebih dari 1.000 gerai ritel yang menawarkan berbagai produk, mulai dari emas dan perhiasan hingga produk gaya hidup. Kawasan ini juga dilengkapi dengan lebih dari 1.000 kamar tamu yang tersebar di enam hotel di sekitarnya.
Selama tahun 2025, Dubai Gold District telah dikunjungi oleh wisatawan dari lebih dari 147 negara. Uni Emirat Arab merupakan salah satu pusat perdagangan emas fisik terbesar di dunia, dengan data resmi periode 2024–2025 menunjukkan bahwa UEA mengekspor emas senilai sekitar 53,41 miliar dolar AS.
Ahmed Al Khaja, CEO Dubai Festivals and Retail Establishment (DFRE), menegaskan bahwa emas memiliki nilai historis dan kultural yang kuat bagi Dubai. Menurutnya, Dubai Gold District merupakan cerminan kolaborasi erat antara sektor publik dan swasta dalam mendorong inovasi berskala global.
Dubai Gold District diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan internasional, mendorong arus investasi, serta memperkuat reputasi Dubai sebagai salah satu kota terbaik di dunia untuk dikunjungi, ditinggali, dan berbisnis. Proyek jalan berlapis emas ini diharapkan akan menarik perhatian dunia dan menjadi ikon baru bagi Dubai.