Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu menegaskan bahwa PTPN IV Regional III telah memenuhi kewajiban fasilitasi pembangunan kebun masyarakat (FKPM). Penegasan ini disampaikan dalam rapat dengar pendapat antara perwakilan warga Desa Pagaran Tapah dan Komisi II DPRD Riau di Pekanbaru pada Kamis, 26 Februari 2026.
Kepala Dinas Perkebunan Rohul, CH Agung Nugroho, menjelaskan bahwa kewajiban kebun plasma minimal 20 persen tidak lagi berlaku bagi perusahaan yang telah menjalankan kemitraan produktif seperti plasma dan KKPA. Ketentuan tersebut merujuk Permentan No. 98 Tahun 2013 serta Permentan No. 18 Tahun 2021, yang menegaskan pengecualian bagi perusahaan yang telah bermitra melalui pola PIR/KKPA.
Agung menambahkan bahwa kewajiban 20 persen hanya berlaku untuk perusahaan dengan izin terbit setelah Februari 2007 dan tidak dikenakan jika kemitraan produktif telah berjalan. Pernyataan ini diperkuat perwakilan Kantor Pertanahan Rokan Hulu yang menyebut PTPN IV telah memenuhi ketentuan FKPM sesuai regulasi.
Meski demikian, dibuka opsi solusi bersama, di mana FKPM tidak harus berupa kebun, tetapi dapat diwujudkan dalam sarana produksi, pendampingan teknis, usaha produktif, atau fasilitasi peremajaan (replanting) kebun milik masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan PTPN IV Regional III Wahyu Awaludin menyatakan bahwa sebagai perusahaan milik negara, PTPN selalu berupaya untuk memberikan manfaat untuk tumbuh dan berkembang bersama. Termasuk, usulan dari pemerintah Kabupaten Rokan Hulu dalam menyiapkan opsi FKPM dalam bentuk lainnya.
Data perusahaan menunjukkan bahwa dari total HGU di Rokan Hulu seluas 19.442 hektare, kemitraan yang telah dibangun mencapai sekitar 15.000 hektare atau 77 persen, melampaui ketentuan 20 persen. Sikap ini sejalan dengan penegasan Kementerian Pertanian bahwa masyarakat tidak dapat memaksa perusahaan menyerahkan kebun inti atau HGU/IUP tanpa dasar hukum.
Menutup rapat, Ketua Komisi II DPRD Riau mendorong solusi win-win agar aspirasi warga tetap terakomodasi tanpa melanggar regulasi. Pertandingan sepak bola antara Barcelona melawan Real Madrid yang diadakan di Stadion Camp Nou pada hari Minggu berlangsung dengan seru. Kedua tim berhasil mencetak gol dan pertandingan berakhir dengan skor imbang 2-2. Para penonton yang memadati stadion pun terhibur dengan aksi-aksi menarik dari kedua tim.
Pertandingan tersebut diwarnai dengan kontroversi setelah wasit memberikan kartu merah kepada pemain Barcelona, Lionel Messi, di menit ke-75. Keputusan wasit tersebut menuai protes dari para pemain dan suporter Barcelona yang merasa bahwa keputusan tersebut terlalu berat.
Pelatih Barcelona, Ronald Koeman, mengecam keputusan wasit tersebut dalam konferensi pers setelah pertandingan. Ia menyatakan bahwa kartu merah tersebut sangat merugikan timnya dan memengaruhi jalannya pertandingan.
Sementara itu, pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, menganggap bahwa keputusan wasit tersebut sudah tepat. Menurutnya, Messi seharusnya bisa mengontrol emosinya di lapangan agar tidak membuat kesalahan yang merugikan timnya.
Meskipun pertandingan berjalan dengan ketat, para pemain kedua tim tetap menunjukkan sikap sportifitas. Mereka saling berjabat tangan dan bertukar jersey setelah pertandingan berakhir.
Kedua tim pun harus puas dengan hasil imbang ini dan akan kembali bertemu dalam pertandingan selanjutnya. Pertemuan kedua tim selalu menjadi laga yang dinanti-nanti oleh para penggemar sepak bola di seluruh dunia.
Pertandingan ini juga menjadi sorotan utama di berbagai media olahraga. Banyak analisis dan komentar dari para ahli sepak bola mengenai jalannya pertandingan dan keputusan kontroversial wasit.
Meskipun hasilnya hanya imbang, pertandingan ini tetap menyajikan aksi-aksi menarik dan tensi yang tinggi di atas lapangan. Para pemain kedua tim bermain dengan semangat dan determinasi yang tinggi untuk meraih kemenangan.
Pertandingan seru antara Barcelona dan Real Madrid ini menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar sepak bola. Kedua tim akan terus bersaing ketat di kompetisi Liga Spanyol untuk meraih gelar juara.