Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Pekanbaru mendukung pelaksanaan tradisi Qing Ming atau Ceng Beng sebagai bagian dari kekayaan budaya masyarakat Tionghoa. Dukungan ini disampaikan setelah kegiatan Peringatan Ceng Beng/Qing Ming (Ziarah Kubur) di Lahan Pemakaman Tionghoa Yayasan Sosial Panca Bhakti Abadi (YSPBA), Jalan Umban Sari, Rumbai, pada Minggu (5/4/2026).
Kepala Disbudpar Pekanbaru, Akmal Khairi, menjelaskan bahwa tradisi Qing Ming merupakan momen penting bagi masyarakat Tionghoa untuk berziarah ke makam leluhur, berdoa, dan membersihkan area makam sebagai bentuk penghormatan kepada orang tua dan keluarga yang telah meninggal.
Menurut Akmal, pada waktu tersebut banyak masyarakat Tionghoa datang untuk berziarah ke makam leluhur dengan melakukan doa dan membersihkan area makam sebagai wujud bakti kepada keluarga yang telah meninggal. Selain sebagai ritual, Qing Ming memiliki makna mendalam sebagai penghormatan generasi penerus terhadap leluhur serta memperkuat nilai-nilai kekeluargaan dan tanggung jawab sosial.
Disbudpar Pekanbaru berencana menjadikan Qing Ming sebagai agenda budaya tahunan dalam upaya melestarikan tradisi, memperkaya kalender kegiatan kebudayaan kota, dan menarik minat masyarakat serta wisatawan untuk mengenal keragaman budaya di Pekanbaru.
Akmal menambahkan bahwa pemerintah akan terus mendukung kegiatan tersebut agar tradisi Qing Ming dapat terus dilestarikan, dibudayakan, dan kualitas penyelenggaraannya ditingkatkan oleh semua pihak terkait. Pekanbaru menegaskan komitmennya dalam menjaga keragaman budaya dan memperkuat identitas lokal, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat dan makna dari tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.