Pemerintah Kabupaten Kampar kembali mengintervensi stabilitas harga kebutuhan pokok melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kelurahan Lipat Kain, Kecamatan Kampar Kiri, Jumat (10/4/2026). Langkah ini diambil guna menjaga daya beli masyarakat dan menekan laju inflasi daerah pasca-perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Halaman Kantor Lurah Lipat Kain menjadi pusat perhatian warga yang memadati stan penjualan sejak pagi. Berbagai komoditas esensial seperti beras, minyak goreng, gula, telur, hingga mi instan disediakan dengan harga di bawah rata-rata pasar untuk meringankan beban ekonomi warga.
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kampar Eko Sutrisno saat meninjau lokasi menyatakan bahwa program ini merupakan bentuk kehadiran nyata pemerintah di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan program agar dampak ekonominya terasa lebih luas. “Kegiatan seperti ini harus dilaksanakan secara masif dan berkesinambungan. Kedepan, kami di DPRD akan mendorong agar program pangan murah ini mendapatkan perhatian lebih dan menjadi prioritas bagi kepala daerah,” ujar Eko Sutrisno.
Senada dengan hal itu, Lurah Lipat Kain Andi Sukma mengapresiasi kehadiran Dinas Ketahanan Pangan di wilayahnya. Tingginya antusiasme warga yang datang menunjukkan bahwa kebutuhan akan pangan terjangkau masih sangat besar, sehingga ia berharap agenda serupa dapat dilakukan secara rutin. Berdasarkan data operasional, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kampar menyalurkan sejumlah komoditas dalam kegiatan ini. Bidang Distribusi, Cadangan dan Harga Pangan melaporkan stok yang dibawa meliputi 500 kilogram beras SPHP, 480 liter minyak goreng, 60 kilogram gula pasir, serta 50 papan telur ayam.
Hery Jaswadi selaku perwakilan dinas terkait menjelaskan, pemantauan harga akan terus dilakukan secara berkala. Intervensi pasar melalui GPM ini diharapkan dapat mengontrol fluktuasi harga komoditas pangan pokok di tingkat konsumen pasca-hari raya. (Bil)