Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis (Dinkes) bersama Puskesmas Bengkalis melakukan inspeksi kesehatan lingkungan di salah satu pabrik roti di Jalan Teuku Umar, Senin (23/2/2026). Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh proses produksi roti berjalan sesuai standar kesehatan, sehingga aman dikonsumsi masyarakat.
Inspeksi tersebut dipimpin oleh Pelaksana Tugas Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Bengkalis, Yessica Vebrina, SKM, MKM. Yessica menekankan bahwa pengawasan terhadap fasilitas pengolahan makanan sangat penting untuk mencegah potensi masalah kesehatan bagi konsumen.
“Hari ini kita memastikan tempat pengolahan makanan aman sesuai prosedur dan standar. Hal ini penting agar tidak menimbulkan masalah kesehatan bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, tim memeriksa kondisi bangunan pabrik, sanitasi, kebersihan peralatan produksi, serta penerapan higiene personal para pekerja. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa beberapa pekerja belum menggunakan alat pelindung diri, seperti masker, sarung tangan, dan sepatu kerja, saat melakukan proses produksi. Temuan ini menjadi catatan penting yang harus diperbaiki oleh pihak pabrik.
Hasil inspeksi akan disampaikan secara resmi kepada pemilik pabrik melalui surat tertulis. Apapun hasilnya, pemilik usaha diwajibkan menindaklanjuti rekomendasi petugas. Sertifikat Laik Sehat, yang diterbitkan setiap tiga tahun, menjadi salah satu bentuk pembinaan berkelanjutan terhadap pelaku usaha.
Jika ketidakpatuhan berulang tidak ditindaklanjuti, Dinkes akan berkoordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bengkalis untuk meninjau kembali izin usaha bersangkutan.
Selain meninjau pabrik roti, tim juga memeriksa depot air minum yang menjadi pemasok air produksi. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan kualitas air memenuhi standar kesehatan, karena kebersihan air menjadi faktor utama dalam keamanan pangan.
Melalui inspeksi ini, Dinkes Bengkalis menegaskan komitmennya menjaga keamanan pangan dan melindungi masyarakat dari potensi risiko penyakit akibat pengolahan makanan yang tidak memenuhi standar.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk dorongan bagi pelaku usaha agar selalu menerapkan prinsip kebersihan dan higiene dalam setiap tahap produksi, sehingga konsumen dapat menikmati produk makanan yang sehat dan aman.