Denada mengungkapkan perasaannya setelah mengakui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya dan tiba-tiba harus menerima status sebagai nenek. Awalnya, Denada merasakan berbagai emosi seperti sedih, bingung, takut, dan malu akibat perubahan besar dalam hidupnya yang datang begitu cepat.
Namun, seiring berjalannya waktu dan terjalinnya komunikasi yang baik dengan Ressa, Denada mulai bisa merangkul peran barunya. Ia kini terlihat lebih santai dan bahagia, bahkan sudah memikirkan nama panggilan khusus dari sang cucu, seperti “Nenek Zumba”.
Dengan senyum di wajahnya, Denada menyatakan bahwa ia telah menerima statusnya dengan lapang dada. Ia juga berharap dapat segera bertemu dengan cucunya ketika memiliki kesempatan berkunjung ke Banyuwangi.
Perjalanan emosional Denada dari keterkejutan hingga kebahagiaan dalam menjalani peran barunya sebagai nenek menunjukkan bagaimana ia perlahan beradaptasi di keluarga. Denada mengungkapkan bahwa ini adalah proses yang membutuhkan waktu untuk mencerna situasi yang terjadi begitu cepat.
Berbagai perasaan yang awalnya dirasakan Denada seperti sedih, bingung, takut, dan malu, berubah menjadi kebahagiaan dan antusiasme dalam menerima peran barunya sebagai nenek. Melalui komunikasi yang baik dengan Ressa, Denada mampu merangkul situasi yang menuntutnya untuk menjadi nenek tiba-tiba.
Denada juga telah memikirkan nama panggilan khusus dari sang cucu, menunjukkan bahwa ia telah mulai merangkul perannya dengan penuh hati. Dengan sikap positif dan lapang dada, Denada berharap untuk segera bertemu dengan cucunya di waktu yang tepat.
Kisah Denada yang awalnya diliputi berbagai perasaan negatif akibat perubahan statusnya menjadi nenek tiba-tiba, bertransformasi menjadi kisah kebahagiaan dan antusiasme dalam menerima peran barunya. Denada menunjukkan bahwa dengan waktu dan komunikasi yang baik, ia mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi dalam hidupnya.